Menjawab Krisis Ekonomi Global

Di tengah krisis global yang melanda Amerika dan seluruh dunia, dan ambruknya lembaga-lembaga korporasi, seperti Merryl LInch, Bearn Stearn, American International Group, Lehman Brothers, dan sebagainya, dan bursa saham ikut juga ambruk , maka dampaknya yang sangat hebat. Bahkan, Negara-negara petro dolar di Timur Tengah, ikut terpangkas penghasilannya, karena munurunnya harga minyak. Peristiwa krisis ekonomi yang maha dahsyat ini, dampaknya terasa sampai di Indonesia.

Krisis finiansial yang berulang-ulang, seperti tahun 1920, dan berulang setiap sepuluh tahun sekali, dan tahun l997-l998, krisis ini terjadi kembali, dan mendera seluruh kawasan, terutama negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Akar permasalahan yang mendasar penyebab krisis ini adalah akibat system kapitalsisme yang saat ini menggelembungkan ekonomi yang tidak sesuai dengan riilnya, dan melahirkan ketidak adilan ekonomi bagi masyarakat dunia. Keberhasilan kapitalisme selama ini adalah bersifat semu, dan hanyalah ‘bubbel’ gelembung, dan kini meletus, yang sangat dahsyat, berdampak hancurnya sistem ekonomi global.

Ditengah situasi krisis yang melanda seluruh dunia ini, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengajukan alternative dan solusi bagi masa depan ekonomi Indonesia. Pertemuan, dalam bentuk seminar yang bertajuk : The End of Capitalism and The Rise of Ethical Economic, berlangsung di gedung PNM, Arthaloka, yang merupakan pusat kegiatan dari MES. Acara ini menghadirkan para pakar dari MES antara lain, Aries Muftie (Ketua Umum MES), Sofyan Harahap (Wkl Ketua II), Adiwarman A.Karim (Ketua IV), Muhammad Syakir Sula (Sekretaris Jendral), dan Veithzal Rivai (Dewan Pakar).Acara itu, berlangsung antara tanggal 30 Oktober dan 3 Nopember 2008,yang lalu.

Selain itu, MES, juga menyelenggarakan Musyawarah Nasionalnya pertama, yang akan berlangsung tanggal 3-4 Nopember 2008 ini, yang bertempat di Hotel Sultan, Jakarta. Melalui Munas ini MES akan meneguhkan kembali semangat perjuangan dan pemahaman para anggotanya dan seluruh penggiat organisasi untuk bekerja lebih keras menyadarkan akan pentingnya kembali kepada ekonomi Syariah. Ekonomi syariah akan menjadi solusi masa depan. Di mana sekarang ini mulai nampak dikalangan masyarakat dan sejumlah korporasi yang beralih kepada ekonomi syariah. Seperti di Inggris sejumlah bank dan nasabah telah mengubah sistemnya menjadi syariah. Praktik ekonomi syariah telah menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi krisis. Seperti, di negara-negara Teluk, sekarang ini dapat selamat dari krisis, karena menggunakan system syariah, dan menggabungkan diri dengan sistem kapitalisme, yang mendasarkan pada riba.

Krisis global sekarang mengingatkan seluruh umat Islam, agar meninggalkan sistem riba, dan menggali sistem syariah yang akan menjadi alternative masa depan. Tak ada satupun bank konvensional atau lembaga korporasi yang selama menghadapi krisis sekarang, yang menggunakan dasar sistem riba. Maka, langkah yang dilakukan MES, sebagai upaya yang strategis bagi masa depan ekonomi Indonesia. Kita berharap MES, dapat melahirkan sebuah keputusan yang bermanfaat bagi umat. (mh/mes).