free hit counters
 

Koalisi Terbentuk BN-GPS-Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim Bersiap Jadi PM Malaysia

Redaksi – Kamis, 28 Rabiul Akhir 1444 H / 24 November 2022 11:27 WIB

Barisan Nasional-GPS  Dukung Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim Bersiap Jadi PM Malaysia

Pemimpin Koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim dan Pemimpin Barisan Nasional, Ahmad Zahid Hamidi (Dok. NTSP)–

 

eramuslim.com -– Koalisi Barisan Nasional secara resmi menyatakan dukungannya kepada Pakatan Harapan untuk membentuk pemerintahan persatuan. Pernyataan tersebut sejalan dengan keputusan UMNO yang menegaskan penolakannya terhadap koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin Muhyiddin Yasin.

“Dewan Tertinggi Barisan Nasional telah bersidang pada 22 November dan memutuskan setuju untuk menjalin kerjasama dan dukungan kepada koalisi Pakatan Harapan demi membentuk pemerintahan Malaysia setelah pemilu ke-15 kemarin,” tulis pernyataan yang disiarkan Kamis 24 November 2022 pagi.

Dalam pernyataan tersebut, Barisan Nasional juga menegaskan dukungan kepada Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia. Barisan Nasional pun meminta Yang di-Pertuan Agong (Raja Malaysia) untuk segera melantik Anwar menjadi Perdana Menteri yang baru.

“Dengan rendah diri dan penuh takzim memberitahu Seri Paduka Baginda Tuanku Yang di-Pertuan Agong, bahwa Barisan Nasional dengan 30 orang anggota parlemennya memberikan kepercayaan dan dukungan sepenuhnya kepada Anwar Ibrahim untuk ditetapkan dan dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia,” jelas surat tersebut.

Dukungan Barisan Nasional itu bakal menggenapi syarat pembentukan pemerintahan Malaysia yang membutuhkan dukungan parlemen sekurang-kurangnya berjumlah 112 kursi. Sebelumnya, Partai Warisan yang hanya memiliki 3 kursi dan 3 anggota parlemen yang terpilih secara independen, juga ikut menyatakan dukungannya kepada koalisi Pakatan Harapan.

Rabu Kemarin, Gabungan Parti Sarawak (GPS) yang memiliki 23 kursi juga mulai mempertimbangkan dukungan kepada Pakatan Harapan.

Menurut partai lokal tersebut, pihaknya akan mendukung koalisi politik yang memberikan mudharat atau kerugian yang lebih kecil.



Terlebih pada saat bersamaan, Yang di-Pertuan Agong juga menyarankan agar GPS dapat memberikan dukungan kepada pemerintahan persatuan yang akan dibentuk.

 

 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Berita Terbaru