free hit counters
 

Awas Penyesatan Sejarah! Republik Lanfang, Republik Pertama di Kalbar?

Redaksi – Rabu, 25 Zulhijjah 1440 H / 28 Agustus 2019 15:30 WIB

Mereka di datangkan untuk melakukan pekerjaan pertambangan yang memang memerlukan keahlian, dan kesulitan pekerjaan tambang saat itu hanya dapat dilakukan dengan ketekunan dari orang-orang China. Permintaan pekerja tambang dari China daratan saat itu merupakan satu trend yang berkembang di kerajaan-kerajaan Melayu.

/media/2017/08/640px-Flag_of_Lanfang_Republic.svg_.png

Bendera Lan Fang

Awalnya dimulai oleh kerajaan Melayu yang ada di Semenanjung Melayu (kini Malaysia). Kemudian meluas ke kerajaan Melayu di pesisir utara dan timur pulau Sumatra, lalu Kerajaan Melayu di Utara Kalimantan yaitu Brunei (pada masa Sultan Omar Ali Saifuddin I) baru kemudian disusul oleh Kerajaan-Kerajaan Melayu yang berada di pesisir wilayah Pulau Kalimantan bagian barat.

Kerajaan Melayu di pesisir barat Pulau Kalimantan adalah pertama mendatangkan pekerja tambang dari daratan China. Ia adalah Panembahan Mempawah yang waktu itu rajanya adalah Opu Daeng Manambung, sekitar tahun 1740.



Kebijakan Panembahan Mempawah ini, kemungkinan atas saran dari adik Opu Daeng Manambung, yaitu Opu Daeng Celak yang kala itu sedang menjabat sebagai Raja Muda di Kesultanan Riau yang telah lebih dahulu mendatangkan pekerja dari China daratan untuk tambang timah di Kesultanan Riau dan berhasil dengan baik.

Sedangkan si Kalimantan barat, saat itu Panembahan Mempawah untuk pertama kali hanya mendatangkan orang-orang China untuk pekerja tambang (emas) hanya berjumlah 20 orang (kemungkinan para pakar mencari emas) yang sebelumnya telah bekerja di Kesultanan Brunei.

Pekerja Cina Mulai Masuk dan Menambang Di Wilayah Kesultanan Sambas

Tak lama setelah periode kedatangan orng-orang China itu, maka didirikanlah pertambangan emas yang dikerjakan oleh orang-orang Cina tersebut, yaitu di daerah Mandor yang saat itu merupakan wilayah Panembahan Mempawah.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5 6

Laporan Khusus Terbaru

blog comments powered by Disqus