free hit counters
 

Fakta Menyedihkan di Yaxing: ‘Pesantren’ (yang kata YM) di Xinjiang dan Punya 1.200 Santri

Redaksi – Sabtu, 14 Jumadil Awwal 1441 H / 11 Januari 2020 08:00 WIB

Eramuslim.com – Yaxing, sebetulnya saya sudah cukup lama tahu. Dulu, hingga 2016 adalah sekolah untuk anak-anak yg kurikulumnya memasukkan hafalan Al Quran di dalamnya. Tak salah jika kita di sini menyebutnya pesantren.

Tapi, Yaxing bukan di Xinjiang. Yaxing berada di Kab. Linxia, Gansu.

Dari Xinjiang, saya harus naik pesawat selama 3 jam ke Lanzhou. Lalu berperjalanan darat selama 3,5 jam ke Linxia.

Linxia adalah juga kota yg Muslimnya cukup banyak. Tapi bukan dari etnis Uyghur, melainkan etnis Hui. Maka, Linxia juga sering disebut Huimin Linxia.



“Xianzai, zhe shi yige wenti. Now, it’s a problem” kata Abu Bakar, Direktur Yaxing, ketika saya tanya kenapa sekarang Yaxing hanya menjadi sekolah ‘biasa’ seperti sekolah lain di China.

Sejak 2016, kurikulum agama Islam di Yaxing ditiadakan. Pemerintah melarang.

Ruang Musholla dialih fungsi menjadi ruang dansa. Disimpan piano di dalamnya. Tempat wudhu dijadikan washtafel biasa. Jam sholat, tak boleh lagi shalat berjamaah.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

loading...

Laporan Khusus Terbaru