Misteri Penutupan Lab. Fort Detrick, Bukti Laboratorium Bertujuan Ganda ala NAMRU-2 AS Masih Ada

Apalagi setelah berakhirnya Perang Dunia II, penelitian semakin diperluas setelah memperoleh suntikan dana besar dari pemerintah AS. Militer AS juga mulai melakukan percobaan pada manusia. Berbagai jenis virus dan bakteri di pusat laboratorium militer ini diuji pada manusia, yang kadang-kadang mereka bahkan tidak tahu apa yang sedang diujikan.

Laboratorium Fort Detrick nampaknya merupakan cikal bakal dari Laboratorium NAMRU-2 kalau melihat sepak-terjangnya pada tahun-tahun berikutnya. Meskipun pada 1969 terkesan non-aktif, dan mengalihkan fungsinya sebagai pusat produksi vaksin dan pencegahan penyakit menular serta pusat riset untuk berbagai penyakit. Namun ternyata itu hanya kedok belaka. Pada kenyataannya secara diam-diam tetap mengembangkan senjata biologis.

Pada masa pemerintahan Presiden George W Bush, khususnya pasca aksi terorisme 9 September 2001, secara tiba-tiba mengalokasikan dana 43 miliar dolar untuk kegiatan riset senjata biologis baru. Sebagian besar dana itu digunakan untuk laboratorium di pangkalan Fort Detrick. Sejak itu, di bawah naungan Angkatan Darat AS, kemudian dibentuklah sebuah laboratorium baru, sebagai bagian integral dari pusat pendidikan di bidang bio-defense atau bio-pertahanan. Dengan dalih untuk kegiatan riset bidang pertahanan untuk menangkal ancaman biologis.  Fakta lainnya yang luput dari pengamatan para ahli dan analis intelijen, bahwa Sekitar 1.800 pakar dan ilmuwan telah direkrut dan dipekerjakan  untuk mengembangkan agen biologi seperti bakteri dan virus di Fort Detrick.

Dengan demikian bisa kita simpulkan, penutupan National Laboratory Los Alamos maupun Fort Detrick, Maryland, punya benang merah yang sama. Keduanya merupakan laboratorium biologi bertujuan untuk pengembangan senjata-senjata non-konvensional serta operasi militer, namun berkedok laboratorium penelitian penyakit-penyakit pandemic. Apalagi ketika  program pertahanan untuk menangkal serangan biologis dijadikan dalih beroperasinya laboratorium biologi militer, berarti tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk misi kebalikannya. Yaitu penyebaran senjata-senjata biologis.

Apakah ditutupnya laboratorium Fort Detrick dimaksudkan untuk menutupi jejak-jejak keterlibatannya dalam pengembangan sekaligus penyebaran senjata biologis melalui virus seperti Covid-19? Inilah misteri yang harus segera tersingkap secepatnya.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

(GRI)