Perpustakaan, Simbol Tradisi Membaca dalam Islam

Para Khalifah amat memperhatikan keberadaan sebuah buku. Meskipun saat itu terdapat buku yang kontroversial, namun tidak ada kisah yang menyatakan bahwa khalifah pernah membakar buku. Karena mereka menyadari bahwa dengan bukulah pendidikan bisa dijalankan.

Untuk mengembangkan perpustakaan, fasilitas penelitian dan penerbitan juga diperhatikan. Jangan dibayangkan buku yang ada di perpustakaan masa lalu itu sama dengan sekarang.

Bentuk buku pada waktu itu belum sepraktis seperti sekarang. Meskipun kertas sudah ditemukan, ada yang meriwayatkan masih ada beberapa buku dibuat dari lontar. Dengan demikian, keberadaan perpustakaan dan aktivitas penulisan mengharuskan khalifah mengembangkan teknologi pengolahan kertas.

Keberadaan perpustakaan Islam pada masa lalu baru dikembangkan kembali pada abad 20. Terutama yang menyangkut klasifikasi, gerakan penulisan, dan pengumpulan koleksi-koleksi dari umat Islam yang pernah hilang. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di perpustakaan-perpustakaan Barat, seperti di Universitas Leiden. Aktivitas seperti itu perlu kita dukung demi mengembalikan kejayaan tradisi membaca di kalangan umat Islam.(rol)

https://www.suaramuhammadiyah.id/2016/04/29/perpustakaan-simbol-tradisi-membaca-dalam-islam/

Penulis: Kabid Keilmuan DPD IMM DIY Ajib Purnawan