free hit counters
 

Selamat Datang Di Era Amerika Yahudi – Obama

Saad Saefullah – Rabu, 18 Jumadil Akhir 1431 H / 2 Juni 2010 11:30 WIB

Para atlet, para astronot, musik alternatif, rabi berkulit hitam, seragam baju putih dan, di atas semua itu, raksasa bisbol: Selamat datang di era Yahudi Amerika, atau Amerika Yahudi-nya Barack Obama.

Bulan Perayaan Warisan Yahudi Amerika yang pertama di di Gedung Putih beberapa hari yang lalu menegaskan tekad Obama untuk tidak terjebak dalam pengertian konvensional kepemimpinan Yahudi di Washington.

Lihat saja: ada Lee Rosenberg, presiden dari American Israel Public Affairs Committe (atau AIPAC), dan ada Alan Solow, Ketua Konferensi Presiden Organisasi Utama Yahudi Amerika. Keduanya adalah penggalang dana besar untuk kampanye Obama tempo hari, seperti juga beberapa dari 250 orang lain yang hadir.

Namun citra yang tampaknya ingin disampaikan oleh Gedung Putih adalah Amerika Yahudi tidak harus terikat pada sup alfabet dunia organisasi Yahudi dan pro-Israelism. Sebaliknya, Obama menyajikan sebuah koleksi dan galeri pahlawan Yahudi yang dengan jelas menentang stereotifp Yahudi selama ini. Selain donatur utama, para pengusaha dan para pemimpin komunal, ada juga olahragawan veteran seperti Sandy Koufax, inovator nirlaba, wartawan, aktor dan badan penyelenggara.

Obama juga menyebut "nama-nama yang tak terhitung jumlahnya yang kita tidak tahu—guru, para pemilik usaha kecil, para dokter dan perawat, orang-orang yang hanya mencari hidup jujur dan setia dan memberikan anak-anak mereka lebih daripada mereka."

Resepsi itu dikerjakan selama beberapa bulan, sebelum adanya ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat pada awal Maret ketika Israel mengumumkan memulai pembangunan perumahan besar di Yerusalem timur saat kunjungan resmi Wakil Presiden AS, Joe Biden, yang juga ikut hadir hari Kamis kemarin itu. Namun, pesan Gedung Putih itu tepat waktu: resepsi ini adalah referensi tradisional hubungan Israel-AS yang "tidak bisa dipecahkan."

Nilai-nilai Yahudi, Obama mengatakan, "membantu memimpin Amerika untuk mengenali dan mendukung Israel sebagai tanah air Yahudi dan sebuah mercusuar untuk nilai-nilai demokrasi—hanya beberapa menit setelah kemerdekaan diumumkan. Pada kenyataannya, Amerika memiliki pernyataan asli oleh Presiden Harry Truman di sini hari ini. "

Obama juga menjelaskan, bahwa aliansi ini merupakan bagian dari strategi Amerika dalam menjangkau dunia. "Pemerintahan saya memperbaharui kepemimpinan Amerika di seluruh dunia—memperkuat aliansi lama dan menempa yang baru, mempertahankan nilai-nilai universal sambil memastikan bahwa kita menjunjung tinggi nilai-nilai kita di sini, di rumah sendiri," katanya. "Bahkan, nilai-nilai umum kitalah yang menuntun kita untuk berdiri dengan sekutu dan rekan-rekan kita, termasuk Negara Israel."

Pesan ganda kedekatan AS-Israel itu disertai dengan "pesona baru" yang diluncurkan oleh Gedung Putih untuk mencairkan ketegangan dengan Israel.

Namun Obama juga akan segera bertemu dengan Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas kemudian, sebuah pertemuan yang sesungguhnya tak akan menyelesaikan apapun untuk Palestina.

Ini adalah pesan bahwa pemerintahannya benar-benar serius untuk meraih khalayak Yahudi. Utusan Timur Tengahnya yang top, George Mitchell, minggu ini memilih Jewish Primary Day School of the Nation’s Capital sebagai pengumpul dana dalam kebijakan AS.

Mitchell, yang jarang bersentuhan dengan forum seperti itu, menyamakan Hamas, kelompok "teroris" yang mengendalikan Jalur Gaza, dengan garis keras Republik Irlandia selama lima tahun negosiasi perdamaian di Irlandia Utara. Seperti Hamas, garis keras Irlandia tidak mau menerima prinsip-prinsip mendasar dari perundingan damai, tetapi akhirnya luluh juga setelah Mitchell memberikan insentif.

"Semua orang terbuka di sini selama mereka siap untuk menerima" kata Mitchell. Dia tidak mengatakan apa in bayarannya, jika ada, tapi jelas ia juga menawarkan Hamas. Kebijakan pemerintahan Bush selalu berteori bahwa Hamas akan diterima jika mau berubah.



Mitchell hanyalah bagian kecil dari pesan untuk memenangkan komunitas Yahudi: Laura Rozen dari Politico, minggu ini, melaporkan bahwa Robert Wexler, mantan anggota Kongres asal Florida yang memiliki profil pendirian Yahudi yang tinggi, sedang dipertimbangkan untuk menjadi Duta Besar AS untuk Israel.

Federasi pemimpin Yahudi yang datang dari seluruh negeri untuk Federasi Yahudi Amerika Utara juga mendapatkan briefing pertemuan itu dengan beberapa penasihat terdekat Obama, termasuk Mitchell dan Dennis Ross, atas kebijakan resmi di Gedung Putih.

Nama-nama yang lain adalah: Rabbi Alyssa Stanton Of Greenville, seorang rabi perempuan berkulit gelap. Regina Spektor penyanyi Amerik kenamaan. Atlet Darra Torres, perauh medali emas AS di Olimpiade. Garret Resimman, Doug Bloomfeld, Michael Adker, Eli Winkerman, dab Dodger.

Jadi selamat datang di era Yahudi Amerika, atau Amerika Yahudi-nya Obama. (sa/jewishjournal)

Laporan Khusus Terbaru