free hit counters
 

COVID-19, Siapa Yang Membuatnya?

Redaksi – Minggu, 29 Maret 2020 05:00 WIB

Secara umum, transfer besar-besaran kekayaan uang telah terjadi, di antara yang terbesar dalam sejarah Dunia, yang menyebabkan kebangkrutan yang tak terhitung jumlahnya. Belum lagi hilangnya tabungan seumur hidup yang direkayasa melalui jatuhnya pasar keuangan.

Proses ini sedang dan sepertinya akan terus berlangsung hingga meredanya isu virus corona. Dengan demikian, akan naif kalau percaya bahwa peristiawa penyebaran virus corona ini terjadi secara spontan, berdasarkan kekuatan pasar. Padahal peristiwa disengaja. Peristiwa ini adalah bagian dari rencana yang dirancang dengan penuh kehati-hatian yang melibatkan kepentingan finansial yang kuat.

COVID-19: “Buatan China” atau “Buatan Amerika”?

Dan sekarang ledakan bom baru telah muncul. Retorika Gedung Putih yang menuduh Cina menyebarkan “virus Wuhan” di seluruh dunia telah ditolak oleh mentah-mentah oleh laporan Jepang dan Cina. Sebaliknya, analisis ilmiah yang diungkapkan oleh Larry Romanoff menunjukkan bahwa virus itu adalah “Buatan Amerika”. “Tampaknya virus itu tidak berasal dari China dan, menurut laporan di Jepang dan media lain, mungkin berasal dari AS.”



Pada Februari, laporan berita Asahi Jepang (cetak dan TV) mengklaim virus corona berasal dari AS, bukan dari Cina, dan bahwa beberapa (atau banyak) dari 14.000 kasus kematian di AS yang disebabkan oleh influenza mungkin sebenarnya disebabkan oleh virus corona.

Pada 12 Maret, dalam sebuah pernyataan kepada Kongres AS (House Oversight Committee), Direktur CDC Robert Redfield tanpa disadari “menumpahkan biji”. Dia dengan jujur mengakui, memang, beberapa kasus yang didiagnosis sebagai flu musiman bisa jadi adalah virus corona.

Kapan ini terjadi? Di bulan Oktober, November? Apa kronologinya? Patut dicatat bahwa pernyataan Redfield dikuatkan oleh ahli virologi Jepang dan Taiwan. Dua negara yang merupakan sekutu setia AS.

Perlu dicatat bahwa virolog Taiwan menyatakan bahwa “AS baru-baru ini memiliki lebih dari 200 kasus “fibrosis paru” yang mengakibatkan kematian karena ketidakmampuan pasien untuk bernapas, … Dia mengatakan pihaknya memberitahu otoritas kesehatan AS untuk mempertimbangkan dengan serius kematian tersebut sebagai akibat dari virus corona, … [Dia] kemudian menyatakan wabah virus mungkin telah dimulai lebih awal dari yang diperkirakan, (dan) menyatakan “Kita harus melihat pada September 2019”.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Laporan Khusus Terbaru