Beras Melimpah, Bulog Sampai Harus Sewa Gudang Tambahan, Tapi Kenapa Mendag Ngotot Impor?

Eramuslim.com – Gudang Bulog penuh dibanjiri beras sehingga pemerintah harus menyewa gudang agar mampu menampung 500 ribu ton beras lainnya.

Dirut Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, hingga saat ini, stok gudang Bulog penuh dengan beras produksi nasional, 2,2 juta ton beras petani Indonesia.

“Bahkan posisi di bulan September, Bulog harus menyewa gudang untuk menampung 500 rubu ton beras serapan Bulog,” ujar Budi Waseso saat meninjau Pasar Jaya Kramat Jati dan Pasar Induk  Beras Cipinang bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu.

Buwas sapaan akrab pria ini mengatakan, hingga Setember 2018 rata-rata beras yang diserap Bulog sebanyak 5.000 ton. Hingga saat ini beras Bulog telah mencapai angka 2,7 ton padahal maksimal gudang hanya mampu menampung sebanyak 2,2 juta ton saja.

“Saat ini panen padi masih terus berlangsung,” jelas Buwas.

Dia juga menjelaskan hingga saat ini tidak ada beras impor yang masuk ke Pasar Induk Cipinang. Harga beras medium juga dinilai stabil berada di angka Rp 8.200 sampai Rp 8.400 per kilogram.

“Masih normal semuanya,” ungkap Buwas.

Kondisi stok beras di pasar yang mencukupi juga dibenarkan oleh Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi. Bahkan hingga hari ini, beras impor belum masuk ke PIBC.

“Beras yang beredar di PIBC masih beras lokal yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, PIBC juga mulai mengambil beras dari Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Arief menuturkan bahwa stok beras di PIBC masih aman. Stok yang ada di seluruh PIBC hingga saat ini di atas 47 ribu ton.

“Hal ini berarti stok sangat stabil karena stok aman ada di kisaran 25 ribu hingga 35 ribu ton,” pungkas Arief. [rmol]