eramuslim

Buya Yahya: Istilah Kafir Bukan Penghinaan, Maknanya Anda Beda Agama

buya yahya

eramuslim.com - Sebuah video yang memperlihatkan ulama kharismatik Buya Yahya menegaskan bahwa istilah kafir untuk non Muslim bukan merupakan penghinaan, viral di media sosial.

Video Buya Yahya tegaskan istilah kafir bukan bermakna penghinaan itu diunggah langsung Twitter resmi milik penceramah tersebut Buya_Albahja, seperti dilihat pada Kamis 19 Mei 2022.

Dalam narasi unggahannya, Buya Yahya menjelaskan bahwa kafir bukanlah istilah penghinaan atau perendahan.

Menurutnya, kafir dalam bahasa adalalh orang yang tertutup dari agama Islam atau tidak mau masuk ke agama Islam.

“APAKAH NON MUSLIM ITU KAFIR? Kafir adalah bukan penghinaan dan perendahan. Kafir dalam bahasa adalah orang yang tidak menerima ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam / orang yang tertutup dari islam / orang yang tidak masuk islam,” tulis Buya Yahya Official.

Sementara dalam unggahan videonya itu, tampak Buya Yahya tengah menjelaskan soal istilah kafir. Menurutnya, istilah itu jangan dianggap sesuatu yang bertentangan.

Ia pun meminta kepada umat di luar Islam untuk tidak alergi terhadap istilah kafir maupun menganggap istilah itu sebagai perendahan.

“Jangan dianggap ini sesuatu yang bertentangan, dan jangan orang di luar Islam itu malah jadi alergi tidak senang dengan istilah kafir karena dianggap kafir itu perendahan,” ujar Buya.

Buya Yahya kemudian menjelasan, secara bahasa kafir bukanlah merupakan istilah perendahan atau penghinaan. Istilah itu menjelaskan terkait orang yang tertutup dari Islam atau tidak mau masuk Islam.

“Secara bahasa pun kafir bukan perendahan (penghinaan). Tertutup dari Islam, tidak bisa menerima Islam (karena) mungkin menurut keyakinan mereka Islam tidak benar, yah berarti dia kan bukan dihina. Jadi kafir (artinya) anda tidak masuk Islam, selesai,” jelasnya.

Maka dari itu, kata Buya, ia meminta jangan sampai istilah kafir itu dianggap sebagai sesuatu istilah yang merendahkan.

“Makanya jangan sampai istilah kafir itu dianggap sebagai sesuatu istilah yang merendahkan. Seperti (istilah) non muslim, bukan perendahan juga kan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan makna dari istilah kafir dimana istilah itu bukan bermakna menyebut orang sebagai penjahat melainkan orang yang berbeda agama.

“Anda tahu gak makna kafir? Kami bukan mengatakan anda penjahat, nggak ada. Kafir maknanya adalah orang yang beda agama dengan saya, tidak bisa menerima agama saya,” ujarnya. [Terkini]