free hit counters
 

Dari Penyakit Hingga Piala Dunia, Ini Alasan-alasan Pemerintah Harga Telur Meroket

zahid – Selasa, 3 Zulqa'dah 1439 H / 17 Juli 2018 14:00 WIB

Eramuslim – Gejolak kenaikan harga telur yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir disebut lantaran peningkatkan permintaan. Salah satu hal yang membuat permintaan ini meningkat yaitu adanya gelaran Piala Dunia 2018.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan), Fini Murfiani, mengakui salah satu penyebab lonjakan harga telur ayam lantaran terjadi penurunan produksi akibat penyakit dan libur Lebaran. Sehingga pasokan ke pasar juga berkurang.

“Terjadi penurunan produksi. Induknya tetap ada tapi tidak berproduksi. Itu yang akan kita selidiki. Memang menyebabkan tidak produksi itu karena adanya penyakit. Macam-macam alasannya,” ujar dia di Jakarta, Selasa (17/7).



Lonjakan harga ini juga diperparah dengan tingginya permintaan. Dia menyebut permintaan telur ayam meningkat hingga 30 persen dari normal. “20 persen-30 persen kenaikan permintaan seperti yang disebutkan. Itu memang tidak diprediksi sehingga peningkatan permintaan itu tinggi sekali,” terang Fini.

Menurut Fini, ada sejumlah hal yang membuat permintaan akan telur meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Selain karena Lebaran, adanya gelaran Piala Dunia juga membuat permintaan telur meningkat.

“Seperti yang dikatakan Pak Menteri (Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita) bahwa ada kenaikan demand karena libur panjang. Kita tidak siap dengan libur panjang. Lalu dengan bebagai event panjang kaya bola segala macem meningkatkan konsumsi makanan. Adanya pertandingan Piala Dunia ternyata memengaruhi. Saya pikir iya juga,” ungkap dia.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Berita Nasional Terbaru

blog comments powered by Disqus