free hit counters
 

Direktur RSUD Mataram: Gak ada Yang Mati Gegara Covid-19, MERS Lebih Mematikan!

Redaksi – Sabtu, 17 Zulhijjah 1441 H / 8 Agustus 2020 03:55 WIB

Kalau pun terpapar, di hari ke-7 body itu mengeluarkan antibodi, itu Allah sudah mengatur semua itu.

Sehingga pada hari ke-14 di situlah dia akan lepas semuanya karena antibodi yang mengeluarkan Covid-19.

Sehingga, pada hari ke-14 itu ada namanya sel memori dalam tubuh.

Artinya seseorang yang sudah pernah terpapar akan kecil kemungkinan terpapar lagi,” jelasn Dokter Lalu.

Muammar Arafat pun kembali mengajukan pertanyaan berkaitan dengan pernyataan Dokter Lalu,

Pernahkah pak Dokter membicarakan ini dengan pak Walikota?

Karena pernyataan pak Dokter ini keluar dan berbeda dengan kebijakan Walikota?

“Bukan berbeda sebenarnya, kami menangani Covid selama 3 bulan hampir tiap malam sama Walikota.

Kita berikan kepada Walikota masukan-masukan, dan memang kami hanya menyarankan.

Semua keputusan ada di pimpinan kami pak Walikota dan Walikota sudah meilhat bagaimana kondisi di lapangan.

Kami tentunya memberikan masukan kontennya medis, dan silahkan kebijakan yang lain kebijakan Walikota,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai pernyataan jika Covid bukan penyakit berbahaya begini tanggapan Dokter Lalu.

“Jadi begini, kalau kita bandingkan dengan yang lain, ini tidak mematikan Covid ini, yang mematikan adalah sebelumnya yang MERS itu sangat mematikan.

Cuma Covid ini penyebarannya yang kenceng, sehingga masyarakat merasa takut, cemas, ya karena wasapada, protokol Covid itu wajib kita jalankan.

Kalau pun kena Covid, terpapar udah biarin aja, olahraga, apa saja yang membuat hati senang mengaji atau mungkin barangkali bernyanyi,” ujarnya.

Kemudian ketika dibahas mengenai sikap masyarakat saat ini yang tidak berani kemana-mana dan stres sendiri karena berdiam diri ke rumah, begini tanggapan Dokter Lalu.

“Sangat tidak perlu, artinya kita tidak ingin meilhat ini terlalu berkepanjangan, kecemasan yang berkepanjangan.



Yang akan berdampak kepada sosial-ekonomi.

Stay at home iya, tapi jangan terus-terusan, kita juga butuh makan,

Butuh beradaptasi bahwa kita makhluk hidup ini harus survive dan harus mampu beradaptasi itu kuncinya,” jelasnya.

Ia juga memberikan pesan jika tidak usah khawatir, silakan hidup seperti biasa dengan tetap memperhatiakn protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan pakai masker. (*)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3

Berita Nasional Terbaru