free hit counters
 

Gak Ada Prestasi, Nadiem Masih Layak Dipertahankan?

Redaksi – Kamis, 17 Zulqa'dah 1441 H / 9 Juli 2020 21:17 WIB

Eramuslim.com – Tangan dingin Nadiem Makarim saat mengelola layanan transportasi daring Gojek yang mampu meraup untung 10 kali lipat dari laba yang didapat PT Garuda Indonesia ternyata tidak ampuh saat memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Mungkin Pak Jokowi terhinoptis dengan keberhasilan Mendikbud pada saat mengelola Gojek dengan keuntungan yang dahsyat dan luar biasa. Tapi saat diangkat menjadi Mendikbud sejak Oktober 2019 hingga detik ini, yang ada hanya slogan-slogan,” kata Wakil Sekjen MUI Najamuddin Ramli dilansir Kantor Berita RMOLJaakarta, Kamis (9/7).

Program Merdeka Belajar yang dicanangkan Nadiem pun turut dikritik Najamuddin. Ia berpendapat program tersebut sebenarnya sudah dilakukan sekitar 30-40 tahun lalu. Merdeka belajar telah dikenalkan menteri-menteri pendidikan sebelumnya.

“Program ini merupakan bagian dari sistem andragogi pendidikan orang dewasa sebagai lawan dari paedagogi pengajaran kepada anak kecil,” ungkap Najamuddin.

Karena itu, Najamuddin mempertanyakan alasan yang masuk akal jika Nadiem masih akan dipertahankan sebagai Mendikbud. Sebab menurutnya, era Kemendikbud terdahulu sudah sukses membawa pendidikan Indonesia ke arah lebih baik, mulai dari Menteri Bambang Sudibyo, Muhammad Nuh, Anies Baswedan, hingga Muhajir Effendy.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Berita Nasional Terbaru