free hit counters
 

Jokowi-Maruf Amin, Ratna Sarumpaet Posting Fatwa MUI “Pemimpin Ingkar Jangan Pilih Kembali”

Redaksi – Jumat, 10 Agustus 2018 21:44 WIB

Eramuslim.com – Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin Jumat (10/8/2018) pagi ini mendaftar jadi Capres dan Cawapres 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Keduanya terlebih dahulu ke Gedung Joang 45 Jakarta Pusat dan bersama-sama menuju ke KPU.

Jokowi dan Ma’ruf Amin tiba di KPU sekitar pukul 09.30 WIB sambil ditemani iring-iringan para relawan dan santri.

Keputusan Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 ternyata mendapat tanggapan dari aktivis Ratna Sarumpaet.

Sejak semalam, ibunda artis Atiqah Hasiholan itu memposting foto Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Ia menuliskan caption “Kasihan sekali bangsa ini …..”.

Setelah itu, ia memposting foto Ma’ruf Amin dan potongan berita berjudul ‘Perlu Disebarkan, Fatwa MUI: Pemimpin Ingkar Janji Boleh Tak Ditaati, dan Jangan Dipilih Kembali’

Pada foto itu juga ada tulisan ‘Menolak Lupa Fatwa MUI’.

Ia kemudian memberikan caption sebagai penjelasan.

“Politik boleh apa saja. Boleh lupa, boleh bohong, boleh munafik, bahkan boleh secara sadar menyakiti rakyat yg seharusnya ia lindungi,” tulisnya.

Kemudian pagi ini, ada netizen yang memberikan nasihat kepada Ratna Sarumpaet dan ditanggapi olehnya.

Akun @Pramana045034402 itu menuliskan bahwa Ratna Sarumpaet ini memiliki kebencian yang sangat dalam kepada Jokowi.

Ratna Sarumpaet kemudian menjelaskan bahwa ia bukan membenci Jokowi, tapi ia marah para orang-orang yang memanfaatkan Jokowi.

“Saya tidak punya alasan mbenci @jokowi Aku marah pada orang2 yg memanfaatkan ketidak mampuannya memimpin RI; marah Pada banyaknya orang2 kayak kamu @pramana04503402 yg tidak cukup cerdas untuk mampu melihat kehancuran RI di bawah pemerintahannya yg gagal total,” tulisnya.

“GAK sampai hati rasanya menyaksikan ulama digadang-gadang seperti ini, ditunggangi semata demi ambisi kekuasaan ….,” tulisnya beberapa menit lalu. [tribun]

loading...

Berita Nasional Terbaru

blog comments powered by Disqus