free hit counters
 

Kapolda Metro Ingatkan Ahok, Jangan Seenaknya Hapus 3-1

Redaksi – Selasa, 18 Jumadil Akhir 1437 H / 29 Maret 2016 14:00 WIB

kapolda mugiartoEramuslim.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Moechgiyarto angkat bicara terkait rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menghapuskan kebijakan 3 in 1 di jalanan protokol ibu kota.

Moechgiyarto menegaskan seluruh kebijakan pemerintah menyangkut kepentingan umum haruslah dilakukan kajian dengan pihak kepolisian.

“Kita lihat dulu. kan baru wacana. nanti kita kaji bersama sama,” kata Moechgiyarto, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/03/2016).

Menurut Kapolda, pengambilan keputusan terkait masa depan kebijakan 3 in 1 haruslah dilihat dari berbagai aspek. Jika penghapusan banyak berguna bagi masyarakat, polisi siap menjalankannya.

“Kita lihat efisiensi dan efektifitasnya. Kalau memang tidak banyak berguna ya kita hapus,” tandas mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Wacana penghapusan kebijakan 3 in 1 merupakan buntut dari pengungkapan penjualan orang yang dilakukan joki 3 in 1 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.



Gubernur yakin dengan dihapusnya kebijakan tersebut akan menuntaskan persoalan eksploitasi anak yang kini gencar dilakukan kepolisian. Eksploitasi anak kerap dilakukan joki 3 in 1 yang mudah ditemui di persimpangan jalan Ibu Kota.

Joki tersebut pun sering tampak membawa anak agar lebih tampak miris ketika ada pengemudi yang membutuhkan jasa mereka mengakali aturan 3 in 1.

“Kalau mereka pada bawa bayi begitu tuh dikasih obat (penenang) bayinya biar enggak menganggu yang bawa mobil. Ini kan enggak benar kalau begitu,” terang Ahok.

Gubernur pun menjelaskan, kemungkinan besar penghapusan kebijakan 3 in 1 akan dilakukan ketika pembangunan electronic road pricing (ERP) sudah rampung dilakukan. “Sebenarnya memang enggak perlu lagi 3 in 1 kalau sudah ada ERP,” tandas Ahok.(ts/rn)

Berita Nasional Terbaru