eramuslim

Maman Klarifikasi Kunjungan Eropa: “Bukan Uang Negara, Ini Dana Pribadi Istri Saya”

Eramuslim.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman buka suara soal polemik yang ramai di media sosial terkait kunjungan sang istri, Agustina Hastarini, ke sejumlah negara Eropa yang disebut-sebut memakai fasilitas negara.

Surat resmi berkop Kementerian UMKM yang meminta pendampingan dari kedutaan RI di berbagai negara Eropa bagi Agustina dan rombongannya, viral dan menuai sorotan tajam. Warganet mempertanyakan: apakah benar fasilitas negara digunakan untuk perjalanan keluarga menteri?

Di hadapan publik dan media, Maman menegaskan: “Saya tidak pernah mengeluarkan perintah, disposisi, atau arahan apapun terkait surat itu.”

Misi Budaya, Bukan Tugas Negara

Maman menjelaskan, kepergian istrinya ke Eropa murni untuk mendampingi anak mereka dan siswa-siswa lain dalam agenda misi budaya internasional, bukan urusan kedinasan. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan—mulai dari konsumsi, transportasi, hingga hotel—dibayar dari dana pribadi istrinya. Tidak sepeser pun, katanya, berasal dari anggaran negara.

“Rp1 pun tidak ada dari negara. Bahkan di sana, istri saya naik taksi sendiri, ke bandara sendiri, tidak dijemput siapa-siapa,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (4/7/2025).

Bukti Pembayaran Diserahkan ke KPK

Sebagai bentuk transparansi, Maman telah menyerahkan bukti transfer, tiket, dan dokumen pembayaran kepada Deputi Informasi dan Data KPK. Ia berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri spekulasi dan menjaga integritasnya sebagai pejabat publik.

“Saya bertanggung jawab secara moral. Karena itu, saya datang ke sini (KPK) dan buka semuanya. Saya tidak ingin ada fitnah terhadap keluarga saya,” ungkap politikus Partai Golkar itu.

Janji Telusuri Asal Surat Internal

Surat Kementerian UMKM yang jadi pemicu polemik disebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, dan ditujukan ke sejumlah KBRI seperti Brussels, Paris, Roma, hingga Den Haag. Namun Maman menegaskan, ia sama sekali tidak tahu-menahu dan akan menelusuri asal muasal surat tersebut secara internal.

“Saya juga baru tahu soal surat itu dari media. Saya pastikan tidak ada disposisi saya. Nanti akan kami telusuri di internal, siapa yang menyebarkannya juga,” tegasnya.

Ajak Publik Tak Asal Menuduh

Menutup keterangannya, Maman mengimbau publik untuk tidak terburu-buru membuat kesimpulan tanpa bukti dan tetap mengedepankan data faktual. Ia menyatakan komitmennya menjaga transparansi dan akuntabilitas sebagai pejabat negara.

“Saya terbuka, karena saya tahu betul: jabatan ini amanah. Maka, saya jawab isu ini lewat jalur resmi, bukan pembelaan kosong.”

Sumber: BeritaSatu dan Kompas.com