free hit counters
 

Menerka Siapa Disindir Fadli Zon via Lagu Sunda Cerita Pejabat Haus Kuasa

Redaksi – Minggu, 23 Januari 2022 09:10 WIB

eramuslim.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon menyanyikan lagu Sunda berjudul ‘Ayang-ayang Gung’ yang menceritakan tentang pejabat haus kekuasaan.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai lagu yang dinyanyikan Fadli Zon bertujuan untuk mengkritik seseorang.

“Fadli Zon itu politisi. Tak mungkin bikin status nyanyi hanya untuk iseng-iseng yang lahir di ruang hampa. Pasti lagu itu diniatkan untuk kritik pihak yang belakangan ini seakan alergi dengan bahasa Sunda dan pejabat mencoba menerabas konstitusi dengan usul memundurkan pemilu dan dukung 3 periode jabatan presiden,” kata Adi kepda wartawan, Sabtu (22/1/2022).

Adi menyebut secara garis besar Fadli Zon sedang mengkritik Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang sempat meminta Kajati dicopot lantaran menggunakan bahasa sunda saat rapat.

Fadli, kata Adi, ingin menyerang balik Arteria dan menyampaikan jika Sunda merupakan bagian dari kekayaan Indonesia yang berkontribusi besar terhadap kejayaan dan kemerdekaan.



“Fadli Zon itu sepertinya ingin mengkritik kondisi politik mutakhir. Pertama tentang Kajari yang menggunakan bahasa Sunda yang dipermasalahkan seorang elit Senayan. Bahkan minta dipecat sebagai Kajari. Pemilihan lagu Sunda itu jelas ingin serang balik Arteria bahwa bahasa Sunda bagian kekayaan Indonesia yang berkontribusi besar atas kejayaan dan kemerdekaan negara,” ujarnya.

Adi menjelaskan secara substansi Fadli Zon juga ingin mengkritik pihak-pihak yang mendukung tiga periode masa jabatan presiden, padahal jelas melanggar aturan. Meski begitu, dia mengatakan nyanyian Fadli Zon itu satir dan tidak to the poin menyebut siapa pejabat yang dimaksud.

“Kedua, secara substansi Fadli ingin mengkritik pihak-pihak yang ingin usulkan presiden 3 periode. Padahal bertentangan dengan konstitusi tapi tetap saja ada pihak tertentu yang ingin jerusmuskan presiden atas nama kelanjutan pembangunan, stabilitas, aspirasi pengusaha, dan lain sebagainya,” ucapnya.

“Nada nyanyian Fadli memang satir, tak to the point nyebut nama, yang jelas menyasar pejabat-pejabat yang berupaya Pemilu diundur dan dukung presiden 3 periode,” imbuhnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Berita Nasional Terbaru