free hit counters
 

#MenolakLupa: Prediksi Wanda Hamidah Meleset 180 Derajat, Bukan Prabowo Tapi Jokowi Yang Berangus Demokrasi

Redaksi – Minggu, 27 November 2016 11:00 WIB

WANDA HAMIDAHEramuslim.com – Ini berita tahun lalu, tapi makin kesini, makin menemui relevansinya. Di bawah Jokowi, rakyat sudah tidak bisa bebas berekspresi. Menyebarkan video kebenaran saja ditangkap polisi. Portal-portal berita yang ingin menyebarkan kebenaran, bukan kepalsuan dan bukan pencitraan, juga diblokir. Sedangkan situs-situs porno dan akun-akun medsos yang terang-terangan menghina para ulama, menghina Islam, dibiarkan bebas. Inilah rezim Jokowi dan Wanda Hamidah yang dulu berkoar-koar tentang kebebasan berekspresi ngumpet entah dimana. Inilah beritanya:

Semasa kampanye pemilihan presiden lalu, ada kampanye hitam yang menyatakan kebebasan berpendapat dan berekspresi akan diberangus jika Prabowo Subianto terpilih sebagai presiden. Juga ada kampanye negatif, yang antara lain dilakukan mantan anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PAN dan mantan artis, Wanda Hamidah. Ketika itu, Wanda adalah pendukung calon presiden Jokowi.

“Jangan sampai nanti engga bisa ngeritik lagi.. baru nyesel..” demikian ditulis Wanda di lini masa Twitter-nya pada 4 Juni 2014.

Kenyataannya, begitu Joko yang terpilih, Kapolri Badrodin Haiti mengeluarkan Surat Edaran tentang Penanganan Ujaran Kebencian, meski sebelumNya sudah ada undang-undang yang mengatur tindak pidana soal pernyataan yang memuat kebencian. Gubernur DKI Jakarta Ahok, yang jadi gubernur bukan karena dipilih rakyat, tapi karena Joko jadi presiden, juga mengeluarkan peraturan yang hanya membolehkan demonstrasi dilakukan di tempat yang telah ia pilihkan.



Menanggapi surat edaran Kapolri itu, mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sekarang menjadi Ketua Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat, Andi Arief, lewat akun Twitter-nya pada Sabtu ini (31/10) menyatakan ketidaksetujuannya atas aturan itu dengan menulis kata-kata bernada makian.

“Jokowi hilang akal, mundur saja,” tulis Andi Arief. Presiden Joko, tambahnya, telah mengkhianati demokrasi. “Jokowi kampret, mundur saja,” katanya lagi.

twit wanda hamidahNama Wanda Hamidah juga mendadak ngetop lagi seiring dengan muncul surat edaran Kapolri dan peraturan Ahok itu. Padahal, nama Wanda Hamidah sudah sejak beberapa lama senyap dari pemberitaan, setelah media massa banyak memberitakan gunjang-ganjing kehidupan pribadinya.

Salah satu twit untuk @wandahamidah menuliskan: “prediksinya terbukti qiqiqi”, ujar @Irsyad_Ali.(ts/pribuminews)

Berita Nasional Terbaru

blog comments powered by Disqus