free hit counters
 

Presiden SBY Kumpulkan 141 Anggota Dewan Demokrat

Saifudin – Senin, 7 Safar 1428 H / 26 Februari 2007 17:59 WIB

Tidak beresnya masalah perberasan, naiknya harga-harga sembako, dan makin rumitnya persoalan bangsa dan negara akhir-akhir ini, diduga menjadi motivasi Presiden SBY dan Partai Demokrat untuk mengundang dan mengumpulkan kadernya.

Para kader yang akan dikumpulkan itu adalah mereka yang duduk di DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota pada 2—4 Maret mendatang di Jakarta, dengan tema “Silaturrahmi Nasional Fraksi Partai Demokrat”. Acara ini akan dihadiri sekitar 141 wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD).

“Silatnas itu akan dijadikan modal bagi anggota dewan dari Demokrat untuk berkomuniasi dengan rakyat karena mereka banyak yang belum paham dengan kebijakan pemerintah pusat akibat minimnya sosialisasi, ” ujar Ketua F-PD Syarif Hasan kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (26/2).

Menurutnya, Silatnas itu bertujuan untuk konsolidasi anggota dewan dari Demokrat dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa yang berkembang belakangan ini. Silatnas ini, juga merupakan amanah dari hasil Rakernas Demokrat pada September 2006 lalu.



Ketika ditanya apakah Silatnas DPR/DPRD Demokrat itu merupakan bagian dari dukungan terhadap reshuffle kabinet oleh Presiden SBY yang akan dilakukan pada Maret—April mendatang? Syarif Hasan dengan tegas membantah isu tersebut.

"Demokrat tidak akan intervensi terhadap wilayah yang menjadi wewenang presiden tersebut. Jadi, kami tidak akan membicarakan reshuffle kabinet, ” aku dia.

Ia menambahkan, selain konsolidasi, acara Silatnas tersebut juga akan diisi dengan dengan seminar bertemakan kesejahteraan sosial dengan pembicara para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Di antaranya adalah Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkes Siti Fadilah Supari serta Menneg Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

Kalangan petinggi Partai Demokrat termasuk Presiden SBY tampaknya memang gerah dan pusing melihat perkembangan politik akhir-akhir ini. Bukan saja tidak adanya koordinasi yang baik antar menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dalam menghadapi berbagai bencana yang terus-menerus belakangan ini, melainkan munculnya konflik antarmenteri seperti Yusril—Ruki juga secara kasat mata telah mencoreng pemerintahan SBY. (dina)

Berita Nasional Terbaru