free hit counters
 

Sekjen GNPF: Isu Radikalisme untuk Mengalihkan Perhatian Rakyat dari Ekonomi yang Terpuruk

zahid – Jumat, 8 November 2019 12:45 WIB

Eramuslim – Wartawan senior sekaligus Sekjen GNPF-Ulama, Edy Mulyadi, menilai stigma radikalisme hanya pengalihan isu untuk menutupi ragam masalah yang tengah melilit bangsa. Ia menilai Presiden Jokowi sengaja mengalihkan perhatian masyarakat dengan meminta para menterinya melempar isu radikalisme.

“Yang membuat darah naik ke ubun-ubun, tudingan radikalisme para pejabat publik diarahkan kepada Islam dan ummat Islam,” kata Edy di Jakarta, Kamis (7/11).

Dia menyentil Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, yang dalam pengakuannya mendapat perintah dari Jokowi untuk memerangi radikalisme. Tak hanya itu, Menko Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, juga berkoar akan memerangi radikalisme.

Namun, Edy memandang narasi radikalisme yang dinyanyikan para menteri baru tentu bukan tanpa sebab. Ia menyebut isu tersebut sengaja dilempar ke publik sebagai upaya pengalihan isu karena pemerintah tidak mampu mengatasi masalah yang dihadapi negara.



“Jadi, sudahlah. Berhentilah rezim ini menebar stigma radikalisme terhadap Islam dan umat Islam. Masalah yang Indonesia hadapi sama sekali bukan radikalisme. Masalah kita adalah ekonomi yang terpuruk, pendapatan rakyat merosot, beban hidup yang teramat berat,” katanya.

Selain itu, kata Edy, masalah superberat lain adalah korupsi yang begitu massif merenggut hak-hak rakyat. Menurut dia, para pelaku korupsi adalah mereka yang selama ini paling berteriak ‘saya pancasila, NKRI harga mati’. “Mereka itulah yang radikal yang sesungguhnya,” ucapnya.

Dia lalu meminta agar semua menteri sebaiknya bekerja bahu-membahu meningkatkan ekonomi di Indonesia dan memerangi korupsi. Bukan malah sebaliknya, membiarkan koruptor berkeliaran dengan melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dengan begitu, barulah kita boleh berharap rakyat bisa hidup sejahtera,” ujar dia. (ns)

Berita Nasional Terbaru

blog comments powered by Disqus