Eramuslim – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno berkampanye di hadapan ratusan petani tebu di Lumajang, Minggu (25/11). Dia menyatakan kondisi petani sekarang harus diperbaiki. Dalam kesempatan itu, Sandi juga menandatangani kontrak politik.
“Pemerintah seharusnya hadir dan melindungi para petani, bukan membuka keran impor yang merugikan petani,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (26/11).
“Setelah saya baca, saya akan langsung tanda tangan. Di sini juga, di hari ini di hadapan para petani,” ujarnya.

Ada tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi, yaitu stop impor gula seperti yang dilakukan rezim sekarang, dan siap memberantas mafia pangan utamanya sektor gula, subsidi pupuk, alat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula pelat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, dan menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula.
Dalam tiga hari terakhir, Sandi telah berkeliling di Jawa Timur. Dari pertemuan dengan para petani, dia mengungkapkan semua petani mengeluh rendahnya harga jual, pupuk mahal, serta ketidakhadiran pemerintah dalam masa-masa sulit mereka.
“Di Batu saya bertemu Pak Agus Sayur soal anjlok harga tomat, di Jambuwer Pak Kresna yang juga mengeluhkan turun harga kopi, dan kini para petani tebu di Lumajang. Insyaallah kami akan memperbaiki semuanya, termasuk kontrak politik kepada para petani tebu. Insyaallah kami wujudkan kembali swasembada pangan,” kata Sandi.





