free hit counters
 

Skenario Terburuk: Lima Fenomena Cuaca Kepung Indonesia Bersamaan

Redaksi – Minggu, 24 Januari 2021 09:30 WIB

eramuslim.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa ada setidaknya lima fenomena cuaca yang sedang mengepung Indonesia dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di Tanah Air.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers online yang dipantau di Jakarta, Sabtu (23/1/2021) mengatakan bahwa lima fenomena cuaca itu berisiko memicu bencana karena terjadi di saat puncak musim hujan di Tanah Air.

Skenario Terburuk: Lima Fenomena Cuaca Kepung Indonesia Bersamaan
Berlangsungnya fenomena cuaca yang bertepatan dengan puncak musim hujan ini disebut Dwikorita sebagai skenario terburuk yang pernah dibayangkan.

“Sejak Oktober 2020 BMKG memberikan peringatan dini potensi terjadinya kondisi ekstrem terkait cuaca akibat adanya berbagai fenomena yang dikhawatirkan akan terjadi bersamaan dengan musim hujan,” kata Dwikorita seperti dilansir dari Antara.

Yang terburuk dari 4 skenario

Dwikorita menjelaskan fenomena iklim yang terjadi bersamaan itu adalah pertama anomali La Nina  – ketika suhu muka air Samudra Pasifik relatif lebih dingin ketimbang suhu muka laut di perairan Indonesia. Saat ini berdasarkan analisis BMKG, suhu di perairan Indonesia mencapai 29 derajat Celcius.

Fenomena kedua adalah angin Monsun Asia yang mengakibatkan peningkatan pembentukan awan-awan hujan di wilayah Indonesia.



Ketiga adalah fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), yaitu gelombang atmosfer yang membawa kumpulan awan hujan yang bergerak dari Samudra Hindia di zona tropis dari sebelah timur Afrika atau sebelah barat Indonesia memasuki wilayah Indonesia menuju wilayah Pasifik.

Keempat adanya fenomena gelombang atmosfer yang terjadi di ekuator atau khatulistiwa. Gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin ini meningkatkan potesi hujan dan juga menghangatkan muka air laut di perairan Indonesia sehingga menambah penguapan.

Terakhir juga terpantau adanya bibit siklon dan fenomena siklonik di beberapa titik yang dapat berdampak secara tidak langsung dapat meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin di Indonesia.

 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Berita Nasional Terbaru