free hit counters
 

Soal Teroris Mall Alam Sutera BNPT Kemana Ya, Kok Gak Koar-Koar?

Redaksi – Sabtu, 16 Muharram 1437 H / 31 Oktober 2015 16:00 WIB

leopardEramuslim.com – Siang itu tiba-tiba seluruh pengunjung di Mall Alam Sutera menjerit ketakutan, pasalnya mendadak ada ledakan Bom di siang bolong, tentu saja panik dan takut menghantui setiap pengunjung yang ada.

Meski tidak memakan korban jiwa dan hanya memecahkan kaca toilet tapi hal itu sangat menteror para pengunjung yang datang, kejadian itu pada Kamis (9/7) sekitar pukul 13.20 WIB terjadi di sebuah toilet Mall Alam Sutera.

Penyidik Polda Metro Jaya bersama tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menyatakan bom yang meledak di Mal Alam Sutera Tangerang Banten, mirip dengan bom di ITC Depok Jawa Barat pada beberapa waktu lalu.

“Kita dalami termasuk mencari karakter bom signaturnya,” kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian, Sabtu (11/7).

Sejak kejadian kali pertama (Bom di Toilet) di Mall Alam Sutera pihak kepolisian, para pengamat, BNPT dan media bernafsu untuk menggiring kasus ini masuk pada isu terorisme. Bahkan dicoba narasi keterkaitan dengan kelompok atau jaringan terorisme tertentu di Indonesia.

Begitu pula di kejadian kali kedua, terorisme sudah menjadi bingkai opini untuk membaca kasus bom Alam Sutera. Di lapangan, aparat dengan cepat bisa menangkap pelakunya dan hasil penyidikannya dibuka ke publik.



Namun, publik akhirnya dikejutkan oleh realitas aktual baru bahwa ternyata pelakunya adalah Leopard Wisnu Kumala (29) alias Leo, seorang¬†etnis Cina dan beragama Katolik. Media akhirnya seperti gagap untuk menata ulang opini, bahkan sebagian pengamat yang sebagian besar memegang pakem metode “framework analisis kultural” juga kelu lidahnya.

Bisa jadi BNPT juga mules perutnya karena teori terorisme yang diusung selama ini kesandung di Alam Sutera. demikian tulis beliau. Kini pelaku Bom Alam Sutera telah tertangkap, pelaku identitas juga sudah jelas hanya saja ada yang berbeda kali ini dengan tindakan yang sering di anggap terorisme selainya.

Dimana dalam kasus ini, media nasional menutup mata dan tokoh tokoh yang mengecam aksi terorisme pun sama bungkam seribu bahasa tiada memberikan komentar yang pedas di media yang ada. Bahkan, Leo mengaku sering melihat video tentang ISIS. Lagi-lagi yang menjadi kambing hitam ISIS, dan si “LEO”,bukan teroris.

BNPT tak muncul batang hidungnya, si Asad mbay yang biasa berkali kali muncul di media televisi meski sudah lagi tak punya jabatan, kali ini pun diem tak berkutik. Kemana ya mereka? (ts)

Berita Nasional Terbaru