Surat Terbuka Dr. Chusnul Mariyah Untuk Megawati soal RUU HIP

Dengan demikian itu berarti meruntuhkan fondasi dari bangunan negara Indonesia sebagai bangsa baru yang bersifat nasionalis religious. Mudah-mudahan kita masih tetap dalam Iman dan Islam, tidak akan berani membuat aturan yang melawan aturan Tuhan. Dalam rukun Iman kita itu harus percaya pada hari akhir? Kalau ibu membaca Kitab Suci kita Al Qur’an akan banyak dikisahkan tentang hari akherat yang abadi. Semua apa yang kita lakukan selama di dunia ini harus kita pertanggung jawabkan.

Semoga Ibu dapat berdialog dengan banyak ulama’ yang kritis kepada penguasa agar mendapatkan masukan yang benar. Sekali-kali sowanlah Ibu ke para Ulama’ yang baik. Bertanyalah kepada beliau-beliau itu yang memiliki Ilmu yang tinggi dan luas karena bersandar kepada Al Qur’an dan Hadist. Ulama’2 inilah yang mengingatkan kita agar kita kembali ke jalan yang benar.

Ibu Mega, pendeknya mohon segera ibu perintahkan untuk tidak melanjutkan pembahasan RUU HIP ini. Tidak perlu pula mengganti dengan nama-nama lain seperti RUU PIP atau lainnya. Sebaiknya BPIP itu dibubarkan saja. Sudah terlalu banyak lembaga-lembaga negara yang fungsinya tumpang tindih.

Ibu Mega, semoga ibu tetap sehat, dan dapat memerintahkan petugas partai untuk tunduk pada  konstitusi. Agar anak-anak kami, para mahasiswa, tidak harus turun ke jalan berdemonstrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat, mengambil resiko fatal di tengah pandemik Covid-19 yang harus melakukan social/physical distancing.

Ibu Mega, semua kita akan pulang dipanggil oleh Sang Maha Raja seluruh alam semesta. Kita harus membawa amal-amal ibadah kita untuk bertemu Sang Maha Berkuasa. Alhamdulillah kita masih diberi umur, mari kita bersujud memohon ampun, agar Allah memberikan barokahNya untuk bangsa dan negara ini. Mari kita berdo’a semoga negeri kita menjadi baldatun thayyibatun warobbun ghofuur, negeri yang baik, dan Allah memberikan ampunan-Nya. Dengan umur yang masih ada ini, mari kita selamatkan bangsa dan negara Indonesia, dari kehancuran di semua lini kehidupan dengan berpegang erat pada tali Taqwa kepada Allah Azza wa Jalla. Alfaatihah. Aamiin.

Billahit taufik wal hidayah,

Wassalam,

Chusnul Mariyah, Ph.D

Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia.(rmol)