free hit counters
 

Tangggapi Aksi Sujud dan Nangis Risma, Netizen: Kebanyakan Drama…

Redaksi – Selasa, 8 Zulqa'dah 1441 H / 30 Juni 2020 08:00 WIB

Eramuslim.com – Aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang nangis sambil sujud di depan dokter IDI Surabaya memunculkan pro kontra.

“Saya memang goblok, saya tak pantas jadi wali kota,” kata Risma di hadapan pengurus IDI Jatim dan IDI Surabaya yang hadir pada audiensi di Balai Kota Surabaya (29/06).

Diberitakan, Risma menangis lantaran tidak bisa berkomunikasi dengan RSU Dr Soetomo, padahal dirinya sudah membuka dan membangun komunikasi berkali-kali. Namun hasilnya tetap nihil. Risma  mengharapkan warganya yang terkena Covid 19 bisa dirawat di RSU Dr Soetomo.



Dalam audiensi itu, Ketua Pinere RSU Dr Soetomo, dr Sudarsono, menyampaikan bahwa rumah sakit Dr Soetomo overload pasien Covid 19 karena masih banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Aktivis sosmed yang dikenal sebagai buzzer penguasa, Rudi Valinka, menyatakan bahwa jika warga Surabaya tidak mau mengubah sikap terhadap Covid 19, Risma tidak akan mampu bertahan.

“Kasihan Bu Risma sampai begini sujud dan menyerah ke dokter. Gak akan mampu Beliau bertahan jika warga Surabaya gak mau berubah.. Kalo kelelahan mengurus warganya bisa berpotensi tertular,” tulis Rudi di akun Twitter @kurawa.

Di sisi lain, politisi Demokrat Ricky Kurniawan menilai, pernyataan pihak RS Dr Soetomo itu tidak ada yang salah, dan membutuhkan solusi dan koordinasi yang lebih baik.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Berita Nasional Terbaru