Terlalu Vulgar, KPI Pusat Ancam Hentikan Tayangan Extravaganza

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengancam akan menghentikan program Extravaganza yang ditayangkan Trans TV. Ancaman penghentian yang dikeluarkan KPI Pusat itu, menyusul sebelumnya program Extravaganza pernah mendapatkan teguran karena termasuk program yang bermasalah.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pun meminta Trans TV memperbaiki tayangan Extravaganza, karena selain melanggar Undang-Undang Penyiaran, penyajiannya juga tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan.

"Surat teguran yang disampaikan hari ini merupakan yang terakhir. Jika tidak memperbaiki (tayangan) maka KPI akan meminta tayangan itu dihentikan, " kata anggota KPI Pusat, Yazirwan Uyun, di Kantor KPI, Jakarta, Senin (7/7).

Ia menjelaskan, ‘Extravaganza’ tayang Sabtu dan Senin pukul 19.00-21.00 WIB mengandung muatan vulgar. "Menyiratkan seks, dengan melecehkan perempuan, sehingga tidak pantas ditampilkan pada jam tayang petang, saat anak-anak masih banyak menonton televisi, " ujarnya.

Selain ‘Extravaganza’, maka tiga tayangan lain yang dianggap bermasalah sehingga mendapat teguran KPI adalah ‘Ngelenong Nyok’ (Trans TV), ‘One Piece’ (Global TV), dan ‘Suami-suami Takut Isteri’ (Trans TV).

"Trans TV sudah mendapat teguran dua kali, karena tidak ada perubahan baik jam tayang maupun penyajiannya. Apabila tetap tidak mengindahkan surat teguran, maka masalah ini akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti, " kata Yazirwan.

Jenis tayangan yang dipantau KPI meliputi sinetron komedi, variety show, dan tayangan anak berjumlah 285 tayangan (episode) dari 92 judul di sembilan stasiun TV yaitu, Indosiar, SCTV, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, Trans TV dan Trans 7.

Ada pun program-program yang dievaluasi adalah program tayangan pada 1-13 Mei 2008.Pemantauan program dilakukan oleh 11 analis dari KPI dan ditetapkan berdasarkan evaluasi tim panelis indenpenden yang diketuai oleh Prof Dr Arief Rahman, Wakil Ketua Dedy Nur Hidayat, Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto dan Razaini Taher.(novel)