free hit counters
 

Tokoh Papua: Kami Butuh Keadilan, Tidak Butuh Infrastruktur!

Redaksi – Sabtu, 21 Zulhijjah 1440 H / 24 Agustus 2019 14:00 WIB

Eramuslim.com -Pembangunan infrastruktur yang digencarkan Presiden Joko Widodo dinilai tidak menyelesaikan masalah di Papua. Bahkan, pembangunan infrastruktur tersebut dianggap tidak ada manfaat untuk masyarakat di Papua.

Hal itu disampaikan perwakilan Forum Komunikasi Anak Papua, Sammy Jenggu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Papua bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan di Bumi Cendrawasih.

“Pembangunan infrastruktur yang gencar di Papua itu bukan solusi, karena orang Papua tidak butuh itu,” ucap Semmy Jenggu kepada Kantor Berita Politik RMOL saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/8).

Pembangunan yang digencarkan Presiden Jokowi selama ini kata Sammy, masyarakat tidak merasakan dampaknya. Bahkan, pembangunan itu disebut sebagai hal yang sia-sia.

“Bangun gedung banyak-banyak siapa yang mau ngisi? siapa yang mau tinggal? karena jumlah penduduknya sedikit. Jalan banyak yang dibangun oleh pemerintah siapa juga yang mau lewatin?. Jadi tidak terpakai, ngapain bangun jalan banyak-banyak tidak bermanfaat,” tegasnya.



Menurut Sammy, masyarakat Papua hanya butuh rasa keadilan dari pemerintah. Mereka merasa diperlakukan berbeda dengan masyarakat di daerah lainnya. Selain itu, memperbaiki sumber daya manusia lebih bermanfaat dibanding pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur tidak ada manfaat, bangun dulu manusianya (SDM), karena manusia Papua itu butuh sentuhan,” jelasnya.

Bahkan, Sammy pun membantah klaim pemerintah yang menilai hanya dengan melakukan pembangunan infrastruktur di Papua akan menyelesaikan permasalahan yang dialami masyarakat Papua selama ini.

Sama seperti membangun (infrastruktur) Papua, menurut negara ini bahwa dengan membangun Papua itu clear, ya tidak. Yang dibutuhkan masyarakat Papua itu adalah sentuhan hati bukan pembangunannya,” ungkapnya.(rmol)

Berita Nasional Terbaru

blog comments powered by Disqus