free hit counters
 

Aksi Tentara Belanda Yang Membelot ke Republik Serbu Pao An Tui di Hardjasari

Redaksi – Rabu, 13 Zulqa'dah 1440 H / 17 Juli 2019 15:30 WIB

Eramuslim.com – Gedung tua itu terlihat sangat suram. Warnanya yang kelabu semakin seram dengan kehadiran ilalang dan pepohonan liar di halamannya. Sarang laba-laba memenuhi setiap sudut gedung yang terletak di selatan Cianjur itu, hanya sekira 1 km dari Stasiun Lampegan.  

“Makanya banyak hantunya di situ,”ungkap Agus, warga yang tinggal di sekitar Lampegan.

Pabrik teh dan karet Hardjasari memang sudah sekira 25 tahun tak berproduksi lagi. Padahal di era Hindia Belanda dan pemerintah Orde Baru berkuasa,  pabrik ini terbilang produktif dan menghasilkan teh serta karet kualitas terbaik. Itulah yang menyebabkan di zaman revolusi (1946-1949), Pabrik Hardjasari dijaga ketat oleh sejumlah pasukan bersenjata lengkap dari Pao An Tui (PAT), milisi orang-orang Tionghoa bentukan militer Belanda.

Namun bagi Letnan Dua J.C. Princen (eks serdadu Belanda yang membelot ke Batalyon Kala Hitam Divisi Siliwangi), Hardjasari adalah sasaran empuk. Selain hanya dijaga oleh PAT yang terbilang kurang profesional dibanding tentara sejati, di pos Hardjasari pun ada terdapat  gudang kecil berisi senjata, amunisi dan granat yang bisa dirampas oleh para gerilyawan TNI.  

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru