free hit counters
 

Bantuan CIA Untuk Polri

Redaksi – Jumat, 5 Juli 2019 18:10 WIB

Eramuslim.com – PERTENGAHAN Januari 1950. Said Soekanto, kepala Djawatan Kepolisian Nasional (DKN), menemui Merle Cochran, duta besar Amerika untuk Indonesia. Selain menyinggung peralatan-peralatan yang akan diajukan ke pemerintah Amerika sebagai bagian dari bantuan $5 juta bagi kepolisian Indonesia, Soekanto menanyakan kemungkinan pengembangan pelatihan serta beberapa isu lainnya.

Pertemuan dengan Soekanto dibahas Cochran dalam telegramnya kepada Menteri Luar Negeri Dean Acheson, 18 Januari 1950. Soal pengembangan pelatihan bagi polisi, Cochran menjawab ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan konsultasikan dengan Acheon.

Soekanto menanyakan apakah Amerika bisa mengirim tiga atau empat instruktur berkualifikasi tinggi ke Jakarta untuk mengampu kelas polisi. Cochran menganggap lebih baik meneruskan kebijakan untuk melatih beberapa orang Indonesia di Amerika.

Karena adanya prospek pendirian misi Uni Soviet dan Tiongkok di Indonesia, Soekanto bertanya apakah pemerintah Amerika bisa memberikan seseorang untuk menasihatinya tentang taktik komunis. Cochran menjawab, Jacob D. Beam dan Arturo Campbell, keduanya bekerja di konsulat jenderal Amerika di Jakarta, bisa diajak bicara kapanpun.

Campbell, yang juga seorang agen Badan Intelijen Amerika (CIA) bukanlah sosok asing bagi Soekanto. Campbell pula yang berperan dalam pengiriman sejumlah perwira Mobile Brigade (Mobrig) ke Amerika untuk mendapat pelatihan. Adakah Soekanto kemudian bicara dengan Beam maupun Campbell? Belum jelas. Namun, pada April 1950, Letkol Louis E. Kubler, seorang agen CIA, tiba di Jakarta dan dipekerjakan sebagai penasihat teknis DKN.

Menurut sejarawan Jeremy Kuzmarov dalam Modernizing Repression: Police Training and Nation-building in the American Century, Kubler memiliki pengalaman sebagai spesialis balistik dan bahan peledak dan petugas patroli Departemen Kepolisian New York dan Kepolisian Negara Bagian New Jersey dan peraih Bronze Star atas keberaniannya sewaktu bekerja dengan CIA sebagai perwira keamanan di Tiongkok.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus