free hit counters
 

Bayar Zakat ke Rekening Pribadi Presiden Suharto

Redaksi – Kamis, 23 Jumadil Awwal 1439 H / 8 Februari 2018 08:30 WIB

Eramuslim.com –┬áPemerintah berencana mengumpulkan zakat penghasilan dari para aparatur sipil negara (ASN). Sifatnya sukarela dan ASN boleh menolak jika ingin menyalurkan zakatnya ke tempat lain.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memperkirakan perolehan zakat bisa mencapai Rp 10-15 triliun dan dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat. Namun hal ini masih menjadi pro dan kontra di masyarakat.

Soal zakat dikelola pemerintah ini bukan barang baru. Presiden Soeharto dulu pernah mengumumkan siap menjadi petugas pengumpul zakat secara massal. Bahkan masyarakat bisa langsung mengirimkan uang melalui wesel atau bank ke rekening pribadi Presiden Soeharto.

Hal itu disampaikan Presiden Soeharto dalam Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara 26 Oktober 1968. Tak main-main, untuk memperkuat aturan ini keluar Pengumuman Presiden RI No I tahun 1968.

Pengumuman Presiden ini membatalkan pelaksanaan Peraturan Menteri Agama terkait dengan zakat dan baitul mal yang baru dikeluarkan beberapa bulan sebelumnya.

Disebutkan dalam Pengumuman Presiden, masyarakat dapat mengirimkan zakat, derma atau sadakahnya kepada Presiden Soeharto pribadi dengan cara atau melalui:

l. Kapten Bustomi, dengan alamat Jalan Merdeka Barat No 15.
2. Pos wesel, dialamatkan kepada Jenderal TNI Soeharto, Presiden Rl, Jakarta.
3. Rekening giro pos dan dinas giro dan cheque pos, dimasukkan pada rekening zakat cq Jenderal TNI Soeharto nomor A 10.000.
4. Rekening zakat cq Jenderal TNI Soeharto pada bank-bank: BNI Unit I, Eksim nomor 77777, BNI Unit II nomor 39z, BNI Unit Ill nomor 1.13.000, BDN nomor R 15, Bapindo nomor 185.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus