free hit counters
 

Benteng Kaum Muslimin dan Tangguhnya Peradaban Islam

zahid – Rabu, 4 Zulhijjah 1440 H / 7 Agustus 2019 18:00 WIB

Salahuddin membangun benteng ini sebagai tempat latihan militer serta melindungi Mesir dari serangan Pasukan Salib. Kala itu, memang sedang berkobar Perang Salib. Benteng peninggalan panglima perang berjuluk Singa Padang Pasir ini sempat dilupakan dan tidak terurus hingga pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk. Di abad ke-14 M, benteng yang telah berjasa melindungi Mesir dari Pasukan Salib ini mulai mendapat perhatian dan dirawat.



Benteng al-Ukhaider

Benteng al-Ukhaider terletak di tengah padang pasir berjarak 48 km dari Kota Karbala dan 150 km di selatan Baghdad, Irak. Ini merupakan salah satu benteng peninggalan peradaban Islam yang paling indah. Saat ini, tembok luar dari benteng ini masih lengkap dan terawat baik.

Benteng ini dibangun oleh Isa Ibnu Musa, pemimpin Dinasti Abbasiyah yang berkuasa di Irak pada 774-775 M. Di dalam benteng ini juga dibangun masjid dan tempat tinggal. Banyak kalangan menilai, arsitektur benteng ini sangat indah dan sangat menggambarkan arsitektur Islam.

Ketika Perang Teluk berkecamuk pada 1991, benteng ini sempat diserang oleh dua pesawat tempur. Beruntung, serangan ini tak membuat benteng peninggalan Dinasti Abbasiyah itu ambruk. Sebaliknya, Benteng al-Ukhaider tetap berdiri kokoh tanpa kerusakan berarti. Hal ini merupakan bukti kemampuan teknik bangunan yang tinggi dari para arsiteknya.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus