free hit counters
 

Dara Intelijen Indonesia: Pekerjanya Orang-Orang Buta

Redaksi – Minggu, 20 Oktober 2019 14:00 WIB

Eramuslim.com -Benny Moerdani membangun Dara sebagai sentral komunikasi intelijen. Para pekerjanya orang-orang buta.

*

Pada 1 April 1994, Brigjen TNI Slamet Singgih dilantik menjadi Dansat Intel BIA (Komandan Kesatuan Intel Badan Intelijen ABRI) menggantikan Brigjen TNI Farid Zainudin. Dia kemudian ditelepon Pak Catim dari Dara yang menyampaikan bahwa Jenderal TNI (Purn.) Benny Moerdani ingin berkenalan dengan Dansat BIA yang baru.

Slamet agak kaget dan mempertanyakan apakah benar Benny ingin berkenalan dengannya. Dalam karier militernya, dia tiga kali melihat Benny, yaitu ketika masih menjadi taruna AMN (Akademi Militer Nasional) di magelang, ketika menjabat Komandan Kodim di Bangka yang menerima pengarahan di markas Kodam IV/Sriwijaya, dan waktu mengikuti kursus reguler Lemhanas tahun 1992.

“Sudah sekian lama saya bertugas di Bais (Badan Intelijen Strategis) dan BIA, mungkin juga pernah melaksanakan tugas-tugas dari beliau yang bersifat tertutup/classified melalui Pak Mayjen TNI Sutaryo (Wakil Kepala Bais), namun saya belum pernah bertemu langsung maupun bersalaman dengan Pak Benny Moerdani sebelum beliau pensiun,” kata Slamet dalam Intelijen: Catatan Harian Seorang Serdadu.

Dalam perjalanan dari Ragunan ke Tebet, Slamet masih berpikir apa benar omongan Pak Catim bahwa Benny Moerdani ingin berkenalan dengannya. Setiba Slamet di Tebet, Pak Catim melaporkan kedatangannya kepada Benny.



Begitu Slamet sampai di depan pintu, secara otomatis pintu ruangan Benny terbuka. Slamet langsung menuju meja dan menghormat. Benny berdiri sambil tersenyum dan menyalami Slamet. Mereka mengobrol santai. Benny menanyakan asal Slamet dan tahun berapa lulus AMN.

“Beliau juga mengatakan kepada saya kalau mau menemui atau menghubungi beliau agar melalui Dara,” kata Slamet.

Benny pernah menyampaikan sesuatu kepada Slamet melalui Dara. Suatu ketika, menjelang diadakannya pemilihan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Slamet didatangi Brigjen TNI FX Bachtiar, utusan Benny.

Setelah berbincang agak lama, Bachtiar mengatakan, “Mas dapat salam dari LBM (Leonardus Benny Moerdani) dan titip Matori Abdul Djalil.”

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus