free hit counters
 

Gagalnya Khubilai Khan di Tanah Jawa

Redaksi – Selasa, 14 Jumadil Awwal 1439 H / 30 Januari 2018 12:00 WIB

Eramuslim.com – Penaklukan Dinasti Song pada 1279 oleh tentara Mongol di bawah perintah Khubilai Khan membuat seluruh Tiongkok tunduk di bawah bendera Dinasti Yuan. Mungkin itu menjadi kesuksesan militer terbesar, sekaligus terakhir bagi Kekaisaran Mongol.

Kendati demikian, hal itu masih selangkah lagi menuju ambisi utama Khubilai Khan, yaitu membuat dunia mengakui kejayaannya. “Tak ada alasan khusus kenapa harus menaklukkan suatu negara. Ia hanya harus melakukannya,” kata sejarwan Inggris, John Man dalam Kublai Khan.

Khubilai Khan bukannya jenius secara intelektual. Tapi dia punya kemampuan, yang menurut John Man, sebagai CEO terbaik sepanjang masa. Dia mewarisi kemampuan mengorganisir dari kakeknya, Jenghis Khan. Ketika kakaknya, Mongke Khan berkuasa, dia dikirim ke selatan untuk menundukkan kerajaan Nan Chao di Yunan. Pada 1253 dia berhasil menguasai seluruh dataran tinggi Yunan sampai Hanoi.

Setelahnya, Khubilai Khan menghajar wilayah utara di mana pusat pemerintahan Dinasti Sung berada. Pada 1259, dia menyeberangi Sungai Yang Tse untuk kemudian menyerang Wu Tsyang. Di tengah ekspedisinya itu, Mongke Khan, Khan ke-4, wafat. Dia mengajukan gencatan senjata dan kembali pulang untuk ikut pemilihan Khan menggantikan kakaknya. Namun, dia takut tak dipilih. Akhirnya, dia memerintahkan para jenderalnya untuk mengangkatnya sebagai Khan di perbatasan Tiongkok-Mongolia.

“Orang-orang Mongolia banyak yang tak suka kepadanya. Sikap dan tindak tanduk Khubilai sudah setengah Cina,” tulis Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus