free hit counters
 

Inilah Pasukan Pribumi Antek Belanda

Redaksi – Rabu, 21 Muharram 1439 H / 11 Oktober 2017 07:30 WIB

Eramuslim.com – HAJI Sidin, berusia 88 tahun, masih ingat kejadian itu. Dengan matanya sendiri, dia menyaksikan dari arah Tambun tentara Belanda merangsek masuk Karawang pada Juli 1947. Kendati sempat dihalau pasukan Republik, gelombang serangan tersebut tak tertahankan jua.

“Mereka berhasil menyeberangi jembatan Kedunggedeh yang melintasi Sungai Citarum terus menusuk jantung Karawang,” ujar Sidin, yang kala itu jadi pedagang beras.

Yang tak terlupakan bagi Sidin, iring-iringan konvoi militer Belanda itu didahului barisan prajurit bumiputera. Mereka terdiri dari anak muda Betawi dan Sunda. “Ada di antaranya saya kenal sebagai centeng dan jawara yang biasa mangkal di Pasar Tambun,“ ujar Sidin.

Keberadaan para “preman tempo doeloe” dalam rombongan pasukan Belanda yang terlibat dalam Agresi Militer I (pihak Belanda menyebutnya Aksi Polisional I) dikonfirmasi salah satu sumber Belanda yakni jurnalis Alfred van Sprang. Dalam bukunya Wij Werden Geroepen (Kami yang Dipanggil), Sprang menyebutkan bahwa bukan hanya sebagai penunjuk jalan, anak-anak muda bumiputera itu juga bertempur layaknya serdadu profesional. Siapakah mereka?

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus