free hit counters
 

Inilah Pasukan Pribumi Antek Belanda

Redaksi – Rabu, 19 Muharram 1439 H / 11 Oktober 2017 07:30 WIB

Robert B. Cribb, sejarawan asal Australia, mengidentifikasi mereka sebagai anggota HMOT, kependekan dari Hare Majesteit’s Ongeregelde Troepen (Pasukan Non-organik Sang Ratu). Itu nama sebuah kesatuan yang dibentuk Letnan Dua Koert Bavinck, perwira intelijen Batalion 3-9-Regiment Infanterie (RI) dari Divisi 7 Desember.

“ Mereka memiliki andil besar dalam kejatuhan Karawang dan Cikampek ke tangan Belanda pada 23 Juli 1947,” ujar Cribb kepada Historia.

Anggota HMOT mayoritas adalah eks anggota Laskar Rakyat Djakarta Raya (LRDR), sebuah kesatuan lasykar terbesar di front timur Jakarta (termasuk Karawang-Bekasi) yang memiliki garis politik bersebrangan dengan pemerintah Perdana Menteri Sjahrir. Itulah salah satu sebab pada 17 April 1947, mereka dihajar tanpa ampun oleh TRI (Tentara Repoeblik Indonesia) hingga kocar-kacir.

“ Anak-anak LRDR yang tengah frustasi karena kekalahan itu lantas direkrut oleh militer Belanda untuk kelak dijadikan bagian dari pemukul terdepan melawan tentara Indonesia,” ungkap sejarawan Rushdy Hoesein.

Tiga ratus eks LRDR pimpinan Panji tersebut berhasil direkrut dalam suatu unit pasukan yang kemudian diberi nama HMOT. Demikian menurut Martin Elands, Richard van Gils, dan Ben Schoenmaker dalam De Geschiedenis van Divisie ‘7 Desember 1946-1996 (Sejarah Divisi 7 Desember 1946-1996).

Begitu resmi menjadi bagian dari Yon 3-9-RI, HMOT langsung diterjunkan dalam berbagai operasi militer. Salah satu aksi legendaris para prajurit HMOT adalah saat mereka terlibat dalam Operasi Product atau Aksi Polisional I (kaum republik menyebutnya sebagai Agresi Militer I) pada 21-23 Juli 1947 ke Karawang.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus