free hit counters
 

Ibnu Batutah dan Nusantara

zahid – Kamis, 28 Zulqa'dah 1440 H / 1 Agustus 2019 16:30 WIB

Eramuslim – KETIKA berkunjung ke Indonesia pada tahun 2017 Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud melaksanakan Salat Jumat di Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali.

Bahwa sebuah masjid agung Ibnu Batutah didirikan di Pulau Bali dengan mayoritas masyarakat adalah umat Hindu, berarti Ibnu Batutah sangat dihormati di Indonesia.

Penjelajah

Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al Lawati At Tanji bin Batutah yang lebih dikenal sebagai Ibnu Batutah (1304 hingga 1369) adalah seorang sarjana muslim Maroko dan penjelajah yang selama saparuh masa hidupnya mengunjungi sebagian besar dunia Islam mau pun non-Islam di Jazirah Arab,  Asia Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan  dan Afrika.

Menjelang akhir hidupnya, ia mendiktekan kisah perjalanannya yang kemudian dibukukan dengan judul “Tuhfatun Nuzzar fi Gharaibil Amsar wa Ajaibil Asfar” atau dalam bahasa Indonesia, Hadiah untuk Para Pemerhati Negeri-Negeri Aneh dan Keajaiban Perjalanan.



Marco Polo

Bagi masyarakat Barat, Ibnu Batutah tidak sepopuler Marco Polo padahal jangkauan wilayah yang pernah dikunjungi oleh Ibnu Batutah jauh lebih luas ketimbang Marco Polo, yang di masa kini mulai diragukan para ilmuwan sejarah bahwa pernah benar-benar mengunjungi tempat-tempat yang dikisahkan Marco Polo kepada Rustichello sebagai penulis kisah pengembaraan Marco Polo.

Saya merasa lebih layak menyebut Marco Polo sebagai Ibnu Batutah-nya Italia ketimbang Ibnu Batutah sebagai Marco Polo-nya Maroko.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru