free hit counters
 

Ibnu Khaldun Jadi Saksi Kemunduran Peradaban Islam

zahid – Minggu, 16 Juni 2019 10:30 WIB

Eramuslim – Pada 1355, saat menginjak usia 23 tahun, Sultan Abu Inan mendaulat Ibnu Khaldun sebagai sekretaris kerajaan. Posisinya di lingkungan birokrasi tidak menghalanginya untuk meneruskan studi. Di Fez, ia selalu hadir dalam setiap perkumpulan para sarjana yang mendiskusikan ragam keilmuan. Mayoritasnya berasal dari Maroko dan Andalusia.

Secara keseluruhan, situasi politik dan sosial pada masa itu mulai stabil, sehingga amat kondusif demi perkembangan peradaban Islam. Sejarawan Muhammad Enan menilai, Ibnu Khaldun cukup diuntungkan baik lantaran posisinya yang dekat dengan Sultan Abu Inan maupun asal keluarganya yang sama-sama terhormat.

Namun, lika-liku kekuasaan tidak bisa diprediksi. Baru dua tahun bekerja sebagai sekretaris kerajaan, Ibnu Khaldun dipenjara lantaran dituduh ikut berkomplot dengan kelompok yang ingin menggulingkan kekuasaan Sultan Abu Inan.

Sejarawan Muhsin Mahdi mengatakan, inilah akhir dari karier Ibnu Khaldun di lingkungan istana. Berpuluh-puluh tahun kemudian, situasi sosial dan politik Afrika Utara jauh dari stabil. Rezim-rezim kekuasaan timbul dan tenggelam serta saling menjatuhkan satu sama lain.Mahdi mengungkapkan, dalam abad ke-14 Ibnu Khaldun menghabiskan 50 tahun masa hidupnya untuk menyaksikan kemunduran peradaban Islam di Afrika Utara.

Sejarawan Eugene Myers merangkum keadaan Ibnu Khaldun dalam masa ini. Situasi politik sangat tidak stabil, sehingga Ibnu Khaldun kerap berpindah dari satu kota ke kota lainnya di Afrika Utara.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus