free hit counters
 

Jasmerah! Tsunami Aceh dan Bom Nuklir Bawah Laut

Redaksi – Kamis, 8 Rabiul Akhir 1439 H / 28 Desember 2017 07:00 WIB

Eramuslim.com – Tsunami Sumatra atau “Tsumani Samudera Hindia” (Indian Ocean Tsunami) atau lebih sering disebut sebagai “Tsunami Aceh” yang terjadi pada tangal 26 Desember tahun 2004 silam, masih merupakan kontroversi yang melahirkan konspirasi diantara para peneliti independen di dunia.

Beberapa ilmuwan independen dari berbagai ilmu yang terkait menyatakan: bahwa tsunami yang terjadi tersebut bukan berasal dari gempa bumi, melainkan adalah bom bawah laut yang ditanam, dan diledakkan dari bawah Samudera Hindia tak berapa lama setelah terjadinya gempa bumi alami yang terjadi sebelumnya.

“Salah satu profesor dibidang fisika asal Perancis melalukan riset mendalam dan mempublikasikan hasil riset ilmiahnya pada situsnya”, begitu yang dikatakan Jerry Duane Gray, seorang WNI asal Amerika yang kini menjadi muallaf dan menetap di Indonesia (untuk lengkapnya, Anda bisa melihat pernyataannya pada video dibawah artikel ini).

“Namun situs itu kemudian secara misterius menghilang. Tapi alhamdulillah, saya berhasil menyimpan halaman itu di PC saya”, lanjut Jerry.



Jerry mengaku berhasil mendapatkan isi riset alamiah dari website yang dipublikasikan oleh salah satu Profersor di bidang fisika asal Perancis, yang mana Jerry tetap tak mau menyebutkan namanya demi kerahasiaan pribadi sang profesor.

Salah satu teori kontroversi panas terjadi setelah Tsunami Samudera Hindia atau Tsumani Aceh pada tahun 2004 lalu, yang telah menghancurkan banyak kota pesisir di berbagai negara dan menyebabkan kematian ratusan ribu orang, adalah: karena tsunami disebabkan oleh “bom tsunami”, yaitu senjata nuklir / atom yang diledakkan dengan posisi strategis di bawah lautan.

Project Seal: Tsunami Bomb

“Penyerangan tak kentara” dengan cara seakan terjadinya bencana alamiah ini, telah dilakukan sejak tahun 1944 melalui proyek super rahasia AS yang bernama “Project Seal”.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5 6

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus