free hit counters
 

Justeru di Ranah Minang, Soekarno Dapat Poin Terpenting Pancasila

Redaksi – Senin, 18 Muharram 1442 H / 7 September 2020 11:30 WIB

Eramuslim.com – Sepenggal pernyataan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal Pancasila dan Sumatra Barat, menyinggung banyak orang Sumatra Barat, dan bergulir menjadi bola panas. Di giring ke sana sini.

“Semoga Sumatra Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila,” kata Puan. Pernyataan politik, Rabu (2/9), pada momen mengumumkan pasangan calon yang direkomendasikan maju di Pilkada 2020 Sumatra Barat yakni politikus Demokrat Mulyadi dan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, telah meletupkan api kecil yang jika ditakar melukai sanubari orang minang.

Api semakin membesar, tatkala Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membumbuinya, dengan mengaku bertanya-tanya mengapa PDIP masih sulit memenangkan Pilkada di Sumbar. Meskipun, kata dia, PDIP sudah mulai memiliki kantor DPC dan DPD di Bumi Minangkabau itu. “Saya pikir kenapa ya, rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan,” bilang Megawati, sebagaimana dicuplik dari tempo.co.



Meski segala klarifikasi dilakukan oleh petugas partai PDI Perjuangan, namun luka telah meruyak. Sehingga beragam narasi dari pelbagai sudut pandang pun telah banyak bermunculan untuk obat menyembuhkan luka itu.

Banyak cara untuk menyembuhkan luka, salah satunya mengkaji kembali ihwal Pancasila itu sendiri; duri yang melukai itu.

Ditarik ke belakang, masa peralihan dari Belanda ke Jepang tahun 1942, datuk Puan, Sukarno alias Bung Karno, berada di Sumatra Barat selama lima bulan. Kisaran waktunya dari Februari 1942 hingga Juli 1942.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru