free hit counters
 

Ketika Inggris Menjarah Keraton Yogyakarta

Redaksi – Rabu, 7 Zulhijjah 1441 H / 29 Juli 2020 07:00 WIB

Eramuslim.com – Nilai jarahan dari Keraton Yogyakarta mencapai ratusan juta dolar AS. Inggris baru mengembalikan 75 manuskrip tapi versi digital.

*

Keturunan Sultan Hamengkubuwono II menuntut pemerintah Inggris mengembalikan harta Keraton Yogyakarta yang dijarah saat penyerangan Inggris pada 1812 yang disebut Geger Sepoy atau Geger Sepehi. Menurut mereka, totalnya mencapai 57.000 ton emas.



Tuntutan itu disampaikan Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional Sultan Hamengkubuwono II, Fajar Bagoes Poetranto. “Kami meminta agar emas tersebut dikembalikan kepada pihak keraton atau para keturunan dari Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwono II,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7), dikutip Kumparan.com.

Jumlah 57.000 ton emas dipertanyakan oleh Poltak Hotradero, kepala divisi riset di Bursa Efek Indonesia. Poltak mencuit lewat akun twitter-nya: “Emas yang pernah ditambang sepanjang sejarah manusia cuma 190 ribu ton. Gimana bisa seperempatnya ada di Jawa?”

Sejarawan Inggris, Peter Carey mengungkapkan, Inggris mengerahkan ribuan pasukan menyerang Keraton Yogyakarta pada 20 Juni 1812. Kedatangan mereka ke keraton tidak terdeteksi karena fajar belum datang. Serangan hanya berlangsung tiga jam, dari pukul 05:00 sampai 08:00. Keraton Yogyakarta ditaklukkan dan Sultan Hamengkubuwono II ditangkap lalu diasingkan ke Pulau Pinang (Penang, Malaysia, red.).

Inggris hanya kehilangan 23 orang dan 78 orang terluka. Sedangkan di pihak Keraton Yogyakarta jatuh ribuan korban jiwa.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru