free hit counters
 

Ketika Militer Myanmar Sewa Pesawat Indonesia

Redaksi – Jumat, 12 Januari 2018 07:30 WIB

Eramuslim.com – Pada 1948 pemerintah Indonesia membeli pesawat angkut Dakota DC-47 dengan sumbangan dari masyarakat Aceh. Sebagai pesawat kepresidenan, pesawat ini diberi nomor registrasi RI-001 dan dinamakan Seulawah artinya gunung emas untuk menghomati rakyat Aceh. Pesawat ini pernah digunakan menembus blokade Belanda untuk menyelundupkan senjata, peralatan komunikasi, dan obat-obatan dari Burma (kini Myanmar) ke Pangkalan Udara Blangbintang dan Loknga, Aceh. Pesawat ini kemudian punya kisah sendiri di Burma.

Pada Desember 1948, pesawat RI-001 berada di India untuk menjalani overhaul (pemeriksaan/perbaikan) mesin dan pemasangan long range tank (tangki bahan bakar jarak jauh). Namun, pesawat ini tidak bisa kembali ke Indonesia karena Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948. Akhirnya, pesawat ini dioperasikan sebagai penerbangan sipil di luar negeri. Namun, pemerintah India tidak memberikan izin karena sudah memiliki Indian National Airways.

Menurut Irna HN Hadi Soewito, dkk. dalam Awal Kedirgantaraan Indonesia: Perjuangan AURI 1945-1950, pada Januari 1949, Maryunani, kepala perwakilan Indonesia di Myanmar, mememberi tahu bahwa pemerintah Burma membutuhkan pesawat angkut untuk operasi memadamkan pemberontakan golongan kiri (The White Flag People Volunteers Organization) dan golongan ekstrem kanan, suku Karen di perbukitan.

“Berhubung kedudukan para pemberontak sangat sulit dicapai dengan jalan darat, maka keberadaan angkatan udara sangat diharapkan. Pada 20 Januari 1949 semua perbaikan dan penyempurnaan pesawat RI-001 Seulawah selesai dan di waktu yang sama, izin untuk terbang di wilayah Burma keluar,” tulis Irna.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus