free hit counters
 

Kisah Heroik Pemuda Korea Bertempur Bela Kemerdekaan Indonesia

Redaksi – Senin, 17 Safar 1440 H / 29 Oktober 2018 04:00 WIB

Eramuslim.com – Sekelompok orang bergerak cepat di kegelapan malam. Mereka mengendap-endap mendekati Jembatan Cimanuk di wilayah Garut Jawa Barat. Pemimpinnya, seorang pria bernama Komaruddin.

Komaruddin merayap dengan lincah di bawah jembatan. Dia memasang bom rakitan di sejumlah titik kontruksi jembatan yang merupakan akses penting menuju Wanaraja itu. Setelah beres, dia bergerak cepat meninggalkan jembatan Cimanuk.

Beberapa menit kemudian, “Glaaaarrr!” Ledakan keras membahana. Jembatan Cimanuk roboh ke sungai yang mengalir di bawahnya. Peristiwa itu terjadi tahun 1947.

Belanda murka luar biasa. Niat mereka menyerang basis pejuang Republik Indonesia di Wanaraja terpaksa ditunda. Rupanya rencana itu keburu ketahuan telik sandi Pasukan Pangeran Papak (PPP) yang kemudian memutuskan untuk segera menghancurkan jembatan Cimanuk untuk menghambat pergerakan pasukan Belanda.

Belanda tahu siapa pelaku utama penyerangan itu. Komaruddin alias Yang Chil Sung atau Yang Chil Seong, seorang pria yang berasal dari Korea Selatan. Dia juga yang melatih anggota Pasukan Pangeran Papak ilmu kemiliteran, mulai dari menembak, membuat bom hingga intelijen alias telik sandi.

Siapa sebenarnya Yang Chil Sung ini?

Dia lahir di tahun 1919 di Wanjoo, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan. Saat itu Jepang menjajah Korea. Mereka merekrut pembantu tentara jepang (gunsok) atau penjaga tawanan perang (phorokamsiwon) dari orang-orang Korea. Ada juga yang dijadikan ilbon gunnin (tentara reguler Jepang).

“Namun jika yang menjadi gunsok atau phorakamsiwon, jumlah yang dijadikan prajurit ini tidak banyak, karena Jepang menganggap menjadi prajurit adalah tugas ksatria dan sesuatu yang suci,” kata Rostineu, dosen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), dalam diskusi di Jakarta.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus