free hit counters
 

Kokam: Pasukan Antikomunis, Penjaga Aset Muhammadiyah (1)

Redaksi – Senin, 16 Safar 1442 H / 5 Oktober 2020 10:30 WIB

Eramuslim.com – Di antara semua organisasi yang berafiliasi dengan Muhammadiyah, KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Muhammadiyah) merupakan yang paling sedikit dikenal, namun paling banyak disalahpahami. Hanya sedikit ulasan yang tersedia tentang KOKAM, terutama karena periode eksistensi KOKAM hanya pada 1965/66, kemudian tidak aktif selama beberapa dekade, dan muncul kembali menjelang runtuhnya Orde Baru 1998.

Dan, ulasan yang sedikit itupun fokus pada peranan KOKAM sebagai salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas pembersihan kaum komunis (misalnya Adam, 2009: 159; Jones et.al [eds.], 2009: 149). Namun, berbagai literatur itu berhenti di sana, tanpa mengupas latar belakang pembentukan KOKAM secara detail dan mengulas mengapa mereka bertindak keras melawan komunis.

Lagi pula, lebih banyak memfokuskan pada kekerasan yang dilakukan KOKAM berarti mengabaikan fungsi mereka yang lain yang tak kalah pentingnya. Bagaimanakah KOKAM dibentuk dan apa saja yang mereka lakukan dalam konteks pertarungan ideologis di pertengahan 60-an serta sesudahnya?

Menurut Gerlach (2010: 55), tahun 1964-65 merupakan tahun-tahun munculnya gerakan pemuda yang sengaja diperuntukkan menghadang komunis. Setidaknya ada empat gerakan pemuda penting anti-komunis kala itu, yakni Banser dari NU (Maret 1964), KOKAM Muhammadiyah (Oktober 1965), BANRA-nya GMNI/PNI, serta Barisan Pengawal Yesus-nya kelompok Katolik. Sebastian (2006: 476) menyebut KOKAM “berbasis Islam modernis, dikooptasi oleh pemerintah”.

Sejarah Kokam

Nama KOKAM sendiri mungkin terinspirasi dari menjamurnya berbagai “komando” yang berkonotasi militer sejak sebelum hingga awal 1960an, mulai dari komando-komando yang sudah lama eksis di ABRI, seperti KODAM maupun KOSTRAD, serta beberapa “komando” baru yang ditujukan untuk melawan Malaysia, seperti KOGA (Komando Siaga), KOLAGA (Komando Mandala Siaga), dan KOGAM (Komando Ganyang Malaysia). Penggagas KOKAM sendiri, Letkol Projokusumo, merupakan tokoh Muhammadiyah Jakarta yang aktif sebagai tentara di AD.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru