free hit counters
 

Margono Djojohadikusumo, Kakek Prabowo Sang Ekonom Patriot

Redaksi – Senin, 1 Sya'ban 1440 H / 8 April 2019 14:30 WIB

Eramuslim.com – KETIKA 8 Oktober 1949 Douwes Dekker berulang tahun ke 70 Sukarno yang lagi dalam pengungsian ibukota republik di Jogja mengirim ucapan selamat untuk pendiri Indische Partij itu.

“Atas nama bangsa saya nyatakan terimakasih atas apa yang Anda lakukan dengan tidak mengkhianati cita-cita kita. Atas pengorbanan selama ini, pada diri Anda kami melihat dan menyambut sosok Bapak Nasionalisme Politik Indonesia…”

Demikian gelar tersebut diberikan Sukarno kepada salah satu tokoh pergerakan yang sangat dihormatinya. Presiden pertama RI ini kemudian memberikan nama penghormatan “Danudirja Setiabudi” kepada orang Belanda berdarah Jerman, kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 1879 itu, karena jasanya ikut meletakkan dasar Indonesia merdeka.

Danudirja Setiabudi berarti: berjiwa kuat & tangguh, dan berbudi setia.

Douwes Dekker adalah teman baik Margono Djojohadikusumo, kakek Prabowo Subianto.

Mereka pernah dimasukkan ke penjara Wirogunan, Jogjakarta, oleh tentara Belanda.

Margono Djojohadikusumo  adalah  ahli ekonomi dan —seperti telah banyak diketahui— merupakan pendiri Bank Negara Indonesia 1946.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus