free hit counters
 

Mengenal Kiai Subchi, Guru Jenderal Sudirman

zahid – Kamis, 12 Zulhijjah 1440 H / 15 Agustus 2019 18:00 WIB

Kiai Subchi sering membagikan hasil pertanian, maupun menyumbangkan lahan kepada warga yang tidak memilikinya. Inilah kebaikan hati Kiai Subchi, hingga disegani warga dan memiliki kharisma yang sangat kuat.

Ketika barisan Kiai mendirikan Nahdlatul Ulama pada 1926, Kiai Subchi turut serta dengan mendirikan NU Temanggung. Beliau kemudian menjadi Rais Syuriah NU Temanggung. Kiai Subchi juga sangat mendukung anak-anak muda untuk berkiprah dalam organisasi.

Kiai Subchi juga dikenal sebagai sosok sederhana, zuhud dan sangat tawadhu. Ketika banyak pemuda pejuang yang sowan untuk minta doa dan asma’, Kiai Subchi justru menangis tersedu-sedu.



Dalam memoarnya ‘Berangkat dari Pesantren’, Kiai Saifuddin Zuhri (1919-1986) menceritakan bahwa KH Wahid Hasyim, KH. Zainul Arifin, dan KH Masjkur pernah mengunjungi Kiai Subchi. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Subchi menangis karena banyak yang meminta doanya. Padahal ia merasa tidak layak dengan maqam tersebut.

Kiai Saifuddin Zuhri juga menuliskan bahwa, Kiai Subchi menjadi rujukan laskar-laskar yang berjuang di garda depan revolusi kemerdekaan. Berbondong-bondong barisan-barisan laskar dan TKR menuju Parakan, hanya untuk meminta doanya agar mereka mampu berperang melawan penjajah.

Bahkan Jenderal Sudirman berkunjung ke kediaman Kiai Subchi untuk meminta doa dan bantuan darinya. Beliau sowan ke kediaman Kiai Subchi.

Jenderal Sudirman sering berperang dalam keadaan suci. Beliau juga mengamalkan doa dari Kiai Subchi yang merupakan teladannya. Dari kisah ini dapat diketahui kalau Jenderal Sudirman merupakan santri Kiai Subchi. (Okz)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Historia Terbaru