free hit counters
 

Misteri Batalyon Asal Texas AS Yang Hilang di Bogor

Redaksi – Rabu, 27 Jumadil Akhir 1440 H / 6 Maret 2019 03:00 WIB

Selain itu, lanjut Iwan Ong, ada satu Bomber Group 19 pimpinan Letkol Eugene L. Eubank yang berisi pesawat-pesawat pembom B-17 di Singosari yang sekarang menjadi Bandara Abdulrahman Saleh di Malang. Namun tetap saja, unit-unit udara itu tak mampu memukul mundur Jepang yang dengan cepat bermanuver hingga ke garis pertahanan Leuwiliang, Bogor Barat pada 2 Maret 1942.

Kiprah Serdadu Texas di Leuwiliang

Selama tiga hari, pasukan Sekutu sempat menahan gerak laju pasukan Detasemen Nasu dari Divisi II Angkatan Darat Jepang di Leuwiliang sebelum akhirnya ditarik mundur ke Bandung. Satu unit yang paling memberikan perlawanan gigih adalah para serdadu dari Texas, satu-satunya pasukan darat Amerika di Jawa.

Sepakterjang serdadu Texas yang nama resminya Texas National Guard ini bermula ketika mereka dimobilisasi untuk memperkuat pertahanan Amerika di Filipina, 25 November 1940. Satuan berisi pemuda sukarelawan asal Texas itu lalu dilebur ke dalam Resimen Artileri ke-131 Batalyon ke-2 di bawah Divisi ke-36 AD Amerika.



Dipimpin Letkol Blucher S. Tarp, pasukan berkekuatan 558 personel itu berangkat dengan kapal transport USS Republic pada 21 November 1941 via San Francisco. Namun mereka urung menuju Filipina karena telah direbut Jepang. Menurut Frank Fujita, veteran Texas National Guard berdarah Jepang-Amerika, dalam memoar berjudul Foo: A Japanese-American Prisoner of the Rising Sun, mereka dialihkan ke Australia. Pada 11 Januari 1942, merkea dikirim ke Jawa via Brisbane-Surabaya.

Pasukan Garda Nasional Texas yang dimasukkan ke Resimen Artileri ke-131 Batalyon ke-2 di bawah Divisi ke-36 AD Amerika (Foto: Texas Military Forces Museum)

Medio Februari, mereka dipindah ke Bogor untuk digabungkan dengan pasukan dari Australia. Pasukan Texas ini dijadikan bagian dari joint force berjuluk “Blackforce” yang dipimpin perwira Australia Brigadier (setara brigjen) Arthur Seaforth Blackburn. Texas Guard berada di Blackforce bersama Resimen Kavaleri 3 Hussars (Inggris) dan Batalyon 2 Pioneer.

“Tiga hari (2-5 Maret) mereka menahan pasukan Jepang di Leuwiliang. Jadi pasukan Jepang yang mendarat di Banten dan masuk ke Bogor, ditahan pasukan ini. Pasukan dari Texas ini yang jadi andalan untuk mendukung tembakan meriam terhadap Jepang,” kata Iwan Ong menjelaskan kepada Historia.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru