free hit counters
 

Operasi Mapenduma, Kisah Pembebasan Sandera di Irian Barat

Redaksi – Senin, 24 Safar 1439 H / 13 November 2017 07:30 WIB

Eramuslim.com – Sekira 1.300 Warga Desa Binti dan Desa Kimbley, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, telah disandera oleh Kelompok Separatis Bersenjata yang oleh pemerintah Jokowi diistilahkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penyanderaan itu dilakukan oleh KKB terhadap 1300 warga sejak empat hari yang lalu.

Mabes Polri menyebut anggota kelompok tersebut yang bersenjata lengkap hanya berjumlah 20 sampai 25. Polri yang bekerjasama dengan TNI menurunkan Satgas Terpadu.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku TNI akan menggunakan cara persuasif melalui negosiasi sehingga jangan sampai ada korban.

“Saat ini TNI sedang melaksanakan pengamatan dan pengintaian, karena yang disandera adalah masyarakat umum, maka penanganannya harus teridentifikasi dengan jelas,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Bukan pertama kali kelompok bersenjata di Papua menyandera warga sipil. Yang paling terkenal adalah Peristiwa Mapenduma.

Senin 8 Januari 1996 menjadi mimpi buruk untuk 12 peneliti Tim Lorentz yang sedang mengumpulkan data di Mapenduma, Papua. Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Daniel Yudas Kogoya menculik mereka dari base camp.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus