free hit counters
 

Para Pengkhianat Dimakan Anjing-Anjing Kurap Milik Musuh

Redaksi – Senin, 21 Zulhijjah 1439 H / 3 September 2018 06:30 WIB

“Sudah lah, jangan terlalu radikal dan ekstrim begitu, sedapat mungkin kita menjaga agar tidak ada nyawa rakyat yang gugur, kita upayakan agar tidak terjadi pertumpahan darah. Lagian kemampuan kita terbatas, tentara musuh itu sangat kuat, jumlah mereka di atas kita, peralatan perang mereka juga sangat canggih, yang logis sajalah, kita realiatis saja, fikirkanlah secara matang, jangan cuma modal semangat doang!”.

Melihat mangsanya sudah terpecah dua, Jenghis Khan memainkan peran politik adu dombanya. Jenghis Khan menyurati kelompok munafik bermental jongos yang lebih lebih senang menyerah patuh dan tunduk pada Mongol itu. Jenghis Khan menjanjikan mereka jabatan jika mereka mau bekerja sama untuk memerangi barisan mujahidin yang tak mau tunduk pada pasukan Mongol. Mereka dijanjikan akan menjadi penguasa Bukhara bila mana para ekstrimis itu dapat dihabisi. Untuk kepentingan kerja sama ini, Jenghis Khan tidak segan-segan menggelontorkan uang suap dalam jumlah besar.

Para munafik Kota Bukhara itu pun tertarik pada tawaran China, disamping rasa ketakutan yang menimpa mereka bila mereka teringat rekam jejak kesadisan dan barbariannya pasukan mongol China tersebut. Mereka pun akhirnya menyepakati tawaran Jenghis Khan, dan perang saudara pun tidak terelakkan lagi antara dua kubu rakyat di Bukhara.

Pertumpahan darah pun terjadi antara yang loyal dan bermental nasionalis tingkat tinggi vs jongos-jongos banci munafik bayaran dan pelayan pasukannya Jengis Khan itu.

Para nasionalis Bukhara mempertahankan prinsip dan kehormatan negerinya dengan gagah berani sampai titik darah penghabisan, melawan kelompok rendahan yang sudah menjual bangsa dan negerinya dengan murah kepada pasukan Mongol. Pada akhirnya, lewat bantuan persenjataan, gelontoran dana ribuan keping koin emas plus bantuan intelijen dari Jenghis Khan barbarian itu, serdadu-serdadu lokal pelayan asing itu pun berhasil memenangkan pertarungan dalam melawan darah daging mereka sendiri. Agen-agen Yinchuan-China itu berhasil membunuh kaum muslimin yang mereka anggap radikalis dan tidak mau bekerjasama dengan pasukan Tatar, dan para nasionalis itu pun menggapai syahid.



Tapi, apa yang terjadi selanjutnya sangat mengerikan.

Setelah para jongos sukses menghabisi kaum nasionalis Bukhara, Pasukan Tatar-China itu melucuti senjata-senjata para jongos-jongos bayarannya, kacung-kacung yang sudah dijanjikan jabatan dan kekuasaan itu selanjutnya dihabisi satu-satu dan disembelih bagai ayam sayur, dan pada saat itu, Jenghis Khan pun menyampaikan pidatonya yang terkenal itu,

“Mereka adalah para pengkhianat. Andai mereka bermental loyal, tak akan mereka menusuk saudaranya dari belakang demi membela kita, pada hal kita ini orang-orang asing. Habisi !!!”
****
Pelajaran yang bisa kita petik adalah, “jangan coba-coba membunuh singa milikmu, nanti kau akan dimakan oleh anjing-anjing kurap milik musuhmu”.

Sumber: El-Kamil Fi El-Tarikh, Ibnul Atsir. [By:Kivlein Muhammad/wa]

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus