free hit counters
 

Penolakan Vaksin Dulu dan Kini

Redaksi – Kamis, 29 Jumadil Awwal 1442 H / 14 Januari 2021 10:07 WIB

Eramuslim.com – Dulu atau sekarang, selalu ada penolakan terhadap vaksinasi. Di era kolonial, penolakan ada yang dilatari alasan takut anak dijadikan makanan buaya.

*

SEJAK beberapa tahun bekalangan, gerakan anti-vaksin muncul di tanah air. Alasan di balik gerakan beragam. Ada yang beranggapan vaksin mengganggu sistem kekebalan anak, dilarang agama, atau mengira vaksin jadi penyebab autisme anak. Meski klaim terakhir telah dibantah para ilmuwan, gerakan ini tak lantas surut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut keraguan penggunaan vaksin jadi satu dari sepuluh ancaman terbesar pada kesehatan global 2019. Buntut penolakan ini tak sepele, ada kemunculan kembali penyakit yang sebetulnya dapat dicegah dengan vaksin. Padahal beberapa penyakit pernah hampir diberantas di masa lalu.

“Ada infeksi yang belum pernah kita lihat selama bertahun-tahun atau kita tidak ingat kapan terakhir kali kita melihatnya,” kata Michael Angarone, asisten profesor kedokteran di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago, Amerika Serikat, seperti ditulis Beritagar.id.

Kealpaan pengetahuan tentang ganasnya penyakit inilah yang membuat orang enteng saja menolak vaksin. Padahal salah satu penyakit yang dicegah vaksin, cacar, pernah jadi ancaman mematikan pada abad ke-17. Wabah cacar menyerang Ambon, Maluku tengah, Jawa, dan Sumatera. Peter Boomgard dalam “Smallpox, Vaccination, and the Pax Neerlandica” menyebut pada 1613 cacar menyerang Malaka dan membunuh seperenam populasi. Wabah berikutnya muncul pada 1651 yang menghilangkan nyawa sepertiga penduduknya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru