free hit counters
 

Peran Besar Kiai Dalam Penerbitan Media Islam Zaman Dahulu

Redaksi – Rabu, 14 Rabiul Akhir 1439 H / 3 Januari 2018 07:00 WIB

Eramuslim.com – Penerbitan media Islam Sunda pada periode antara tahun 1920-an hingga tahun 1950-an bisa dikatakan tidak terlepas dari peranan para kiai atau ajengan. Banyak di antara kiai atau alim ulama di Tatar Sunda yang terlibat baik sebagai anggota dewan redaksi maupun kontributor tulisan pada media yang dibantunya.

Dari media yang terbit pada tahun 1920-an, kita mendapatkan nama-nama kiai sebagai berikut: Al-Imtisal yang diterbitkan oleh Perkoempoelan Goeroe Ngadji di Tasikmalaya ini dipimpin oleh RHM Saleh (Memed) yang merupakan ”Kiai Babakan Sumedang, Tasikmalaya”. Selain itu, Memed dibantu oleh para kiai, antara lain HM Pachroerozi (Sukalaya), H Mh Holil (Leuwidahu), HM Sobandi (Ajengan District Panumbangan), HM Mansoer (Sukawarsi), HM Sjabandi (Kiai Cilenga), dan H Mh Zarkasjie (Jajaway).

Tjahaja Islam yang mulai terbit pada 1 Juli 1930 setali tiga uang. Majalah yang bersuluk ”Soerat kabar agama Islam Madzhab Ahli Soennah waldjamaah” serta dipimpin Moeh Anwar Sanuci ini didukung oleh anggota dewan redaksi yang terdiri atas HM Djakaria (Kiai Cilame), HM Romli (Kiai Haurkuning), dan Mh Toechfah (guru agama Majalaya).

Kita juga bisa melihat pada penerbitan Al-Hidajatoel Islamijah yang mulai diterbitkan dan dipimpin oleh H Ahmad Sanoesi (Tanah Tinggi, Senen, Batavia) sejak Januari 1931. Penerbitan majalah yang bersuluk ”Pitoedoeh Djalan-djalanna dina Agama Islam, Panjapoe Kokotor Roentah2 Kasasaran dina Agama Islam” ini dibantu oleh para kontributor (medewerkers) yang rata-rata terdiri atas para ajengan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus